Mercedes GLC EV 2027 Mulai Tunjukkan Wujud Aslinya dengan Kamuflase Tipis

Mercedes GLC EV 2027 Mulai Tunjukkan Wujud Aslinya dengan Kamuflase TipisMercedes GLC EV 2027 Mulai Tunjukkan Wujud Aslinya dengan Kamuflase Tipis (Carscoops)

Mercedes sedang bersiap meluncurkan berbagai model baru dalam beberapa tahun ke depan, termasuk 17 kendaraan listrik (EV). Salah satu yang paling dinantikan adalah GLC EV terbaru. SUV listrik kompak ini dijadwalkan meluncur pada 2026 dan akan bersaing langsung dengan BMW iX3 generasi Neue Klasse. Baru-baru ini, mobil ini tertangkap kamera dengan kamuflase yang lebih minimal, memperlihatkan lebih banyak detail desainnya.

Dilansir Carscoops, prototipe awal pengganti EQC sebelumnya menggunakan balutan kamuflase hitam-putih yang penuh dengan tonjolan buatan untuk menyamarkan desain aslinya. Namun, gambar terbaru menunjukkan tampilan yang lebih mendekati versi produksi. Tanpa tambahan blok penyamaran pada pintu dan kap mesin, SUV ini kini mengenakan pola kamuflase halus menyerupai aliran angin atau air. Menariknya, bagian depan justru terlihat sekilas seperti desain Acura.

Detail di pilar C masih belum sepenuhnya terlihat, tetapi SUV ini memiliki sisi bodi yang mulus, fender belakang lebih tegas, serta grille khas Mercedes yang menonjol di atas garis lampu depan dan menciptakan tonjolan di kap mesin. Desain ini tampaknya terinspirasi dari sedan dan coupe Mercedes era 1960-an.

Lampu DRL berbentuk bintang khas Mercedes terlihat jelas di bagian depan. Meskipun belum menyala di bagian belakang, kemungkinan besar desain ini juga akan hadir di sana, seperti pada 19 model baru atau facelift berbahan bakar konvensional yang akan dirilis hingga 2027.

Berbeda dengan GLE facelift yang masih menggunakan platform bensin, GLC EV dibangun di atas arsitektur MB.EA terbaru. Platform ini juga akan digunakan oleh sedan listrik C-Class mendatang, sementara CLA yang lebih kecil akan memakai platform MMA.

Meskipun berbasis platform berbeda, kedua model kemungkinan memiliki teknologi serupa, termasuk sistem listrik 800 volt dan kemampuan pengisian daya 320 kW. Dengan teknologi ini, baterai dapat terisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 18 menit. Varian paling efisien diprediksi mampu menempuh jarak lebih dari 644 km sebelum perlu mengisi daya kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *