Mercedes-Benz melakukan recall untuk 16 varian EQE dan EQS di Amerika Serikat. Alasan recall tersebut karena perangkat lunak battery management system bisa tiba-tiba mematikan baterai.
Dilansir Carscoops, masalah ini berawal dari laporan sebuah dealer di Denmark soal tampilan peringatan baterai bervoltase tinggi di layar mobil baru sebelum pengiriman pada Oktober 2023. Laporan serupa terjadi pada November 2023 di US, yang mengurangi tenaga mobil bersamaan dengan pesan peringatan.
Investigasi awal Mercedes fokus kepada battery management system. Setelah ditelusuri lebih dalam, tingginya permintaan diagnosis dari komponen lain bisa memenuhi memori battery management system yang berujung pada reset sistem. Hal tersebut sebenarnya wajar karena sesuai dengan rancangan.
Investigasi lanjutan pada December 2023 hingga April 2024 mencari penyebab tingginya permintaan diagnosis. Meskipun tidak ditemukan cacat pada perangkat lunak, tingginya aliran data diagnosis bisa menyebabkan turun tenaga mobil, bahkan sampai kehilangan tenaga sepenuhnya.
Mercedes Memutuskan untuk Recall
Setelah meninjau kembali catatan produksi pada Mei 2024, Mercedes menilai adanya risiko keselamatan dan melakukan recall. Recall ini melibatkan 14.912 unit di America Serikat, termasuk berbagai varian EQE dan EQS sedan maupun SUV. Mercedes memastikan semua unit terkena dampak dari permasalahan tersebut.

