McDonald sudah menerapkan sistem artificial intelligence atau AI untuk menerima pesanan drive-thru. Sistem yang bernama Automated Order Taker tersebut diterapkan di lebih dari 100 gerai di Amerika Serikat. Namun, sistem pintar tersebut tak lagi digunakan pada Juli mendatang.
Dilansir Carscoops, cara kerja dari Automated Order Taker adalah AI menerima suara konsumen memesan di area drive-thru lalu memproses setiap pesanan, tujuan utamanya adalah mempercepat dan mempermudah operasional. Sistem pintar tersebut dikembangkan bersama dengan IBM, namun kedua perusahaan tersebut tidak memberikan penjelasan resmi soal berakhirnya Automated Order Taker.
Namun, berdasarkan laporan CBC, banyak kekurangan dari teknologi AI. Automated Order Taker disebut-sebut sulit untuk menginterpretasikan dialek dan aksen yang berbeda-beda. Sehingga sering timbul masalah soal pesanan yang tidak sesuai.
Meskipun kerja sama dengan IBM telah berakhir, McDonald optimistis dengan masa depan AI pada layanan drive-thru.
“Sambil berjalan, kerja sama kami dengan IBM memberikan rasa percaya diri bahwa solusi pemesanan suara melalui drive-thru menjadi bagian dari masa depan restoran kita,” ungkap McDonald dalam keterangan resmi.
McDonald dan Google
Meskipun rencana AI dengan IBM saat ini belum diteruskan, kerja sama McDonald dengan Google yang diumumkan pada Desember lalu tentu menarik perhatian. McDonald dan Google belum memberikan informasi lengkap soal kolaborasi yang akan dilakukan.

