Lamborghini berencana merilis kendaraan listrik pertamanya pada tahun 2028. Kendaraan tersebut berwujud SUV grand tourer 2+2, wujudnya bisa terlihat seperti mobil konsep Lanzador yang diperkenalkan di Pebble Beach pada 2023.
Dilansir Motor1, Stephan Winkelmann selaku CEO Lamborghini memperkirakan bahwa mobil listrik ini akan terjual sebaik supercar mainstream Lamborghini, meskipun minat publik terhadap mobil listrik semakin berkurang.
Winkelmann memaparkan proyeksi volume penjualan Lamborghini setelah peluncuran kendaraan listrik tersebut. “Revuelto berada di segmen terkecil, jadi volumenya akan selalu paling kecil. Kemudian kami melihat Temerario dan mobil GT [listrik] berada pada level yang kurang lebih sama. Dan Urus akan selalu menjadi penjual terbesar,” kata Winkelmann kepada Motor1.
Temerario, yang dirilis awal tahun ini, adalah supercar entry-level terbaru Lamborghini, menggantikan Huracán yang sangat sukses. Selama 2023, Lamborghini menjual 3.962 Huracán, mewakili sekitar 40 persen dari total penjualan. Temerario seharusnya bisa laris manis seperti pendahulunya.
Lamborghini Yakin Mobil Listriknya Sukses
Winkelmann bukan satu-satunya yang optimistis terhadap kesuksesan kendaraan listrik Lamborghini. Dalam wawancara terpisah dengan Motor1, kepala teknisi Rouven Mohr mengatakan bahwa perubahan persepsi publik hanyalah masalah waktu, bukan soal apakah itu akan terjadi. Lamborghini tidak akan bergantung pada simulasi perpindahan gigi atau suara mesin palsu untuk menjual mobil mereka, melainkan sesuatu yang lebih.
“Mencoba meniru mesin pembakaran mungkin adalah jawaban yang tepat untuk saat ini. Namun, kami harus meyakinkan pelanggan bahwa pengalaman berkendara listrik adalah sesuatu yang tidak dapat mereka temukan di dunia mesin pembakaran. Hanya dengan cara itu kami dapat meyakinkan pembeli emosional untuk tetap beralih ke mobil listrik,” pungkas Mohr.

