Land Rover Defender unibody yang sukses besar tampaknya tidak akan segera beralih ke listrik. Menurut Lennard Hoornik, Chief Commercial Officer Jaguar Land Rover (JLR), platform D7x berbahan aluminium tidak memungkinkan konfigurasi sepenuhnya listrik.
“Ruang tambahan untuk baterai sulit ditemukan dalam sasis tersebut, mengingat penyesuaian dengan kemasan poros dan kapabilitas yang diperlukan,” ungkap Hoornik kepada Autocar. Meski begitu, JLR tetap berkomitmen untuk menghadirkan model listrik bagi ketiga merek grupnya, termasuk Defender listrik yang direncanakan hadir sebelum dekade ini berakhir.
Dilansir Autoevolution, generasi L663 Defender, yang diperkenalkan pada 2019 untuk model tahun 2020, menggunakan platform Premium Lightweight Architecture (PLA). Platform ini terkenal karena penggunaan aluminium yang ekstensif pada sasis dan panel bodi, yang memungkinkan kompatibilitas dengan berbagai mesin, mulai dari diesel empat silinder hingga V8 turbo BMW. Namun, versi listrik penuh dari platform ini baru digunakan pada Jaguar I-Pace yang kurang diminati dan dihentikan produksinya pada akhir 2024.
Platform Jaguar Land Rover
Jaguar Land Rover saat ini memiliki MLA-Flex, platform yang mendukung elektrifikasi penuh pada Range Rover dan Range Rover Sport. Model EV selanjutnya adalah Range Rover Electric yang akan dirilis tahun ini, diikuti oleh Range Rover Sport Electric. Di sisi Jaguar, arsitektur khusus bernama JEA mendukung model baru seperti Jaguar Type 00, yang diharapkan memiliki jarak tempuh hingga 692 km dengan standar EPA.

