Musim hujan telah tiba, dan ini saat yang tepat untuk memberikan perhatian ekstra pada mobil Anda. Cuaca yang tidak menentu, genangan air, serta jalanan licin bisa menjadi tantangan bagi kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi menyebabkan masalah seperti aquaplaning atau kerusakan mesin akibat air yang masuk.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2024 tercatat 750 kejadian banjir di Indonesia yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk transportasi. Banyak kendaraan yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir, sehingga perawatan ekstra sangat diperlukan agar mobil tetap dalam kondisi prima.
Dikutip Lifepal, berikut 5 langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga mobil tetap optimal selama musim hujan:
1. Rutin Periksa Kondisi Ban
Ban adalah komponen utama yang bersentuhan langsung dengan jalan. Pastikan tekanan ban sesuai standar dan kedalaman kembangannya cukup agar tetap memiliki daya cengkeram yang baik di jalan basah. Jangan lupa untuk mengecek kondisi ban cadangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kebocoran.
2. Pastikan Sistem Pengereman Berfungsi Optimal
Rem yang responsif sangat penting untuk keselamatan berkendara di jalanan licin. Periksa kondisi kampas rem secara berkala dan segera ganti jika sudah aus. Jika rem terasa kurang pakem, segera lakukan pemeriksaan di bengkel terpercaya.
3. Jaga Kebersihan Mobil
Air hujan mengandung zat asam yang dapat mempercepat proses korosi pada bodi mobil. Cuci mobil segera setelah terkena hujan untuk mencegah noda membandel dan menjaga cat tetap terawat.
4. Cek Wiper dan Sistem Kelistrikan
Wiper yang aus bisa mengurangi visibilitas saat hujan deras. Pastikan wiper bekerja dengan baik dan air washer dalam kondisi penuh. Selain itu, periksa juga sistem kelistrikan seperti lampu utama, lampu sein, dan lampu rem untuk memastikan semua berfungsi dengan baik.
5. Hindari Genangan Air
Genangan air bisa menyembunyikan lubang atau benda berbahaya yang dapat merusak kendaraan. Jika memungkinkan, hindari melewati genangan yang dalam untuk mencegah risiko mesin kemasukan air atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

