Saat melakukan perjalanan mudik, banyak pengendara akan melintasi jalan tol yang sebagian besar menggunakan beton sebagai material utama. Pemilihan beton sebagai permukaan jalan didasarkan pada daya tahannya yang lebih tinggi dibandingkan aspal, yang memerlukan perawatan dan pelapisan ulang secara berkala. Selain itu, beton lebih tahan terhadap rembesan air, sehingga tidak mudah rusak akibat kondisi cuaca lembap dan curah hujan tinggi yang umum terjadi di Indonesia.
Tantangan Berkendara di Jalan Beton
Beberapa pengendara merasa bahwa jalan beton kurang nyaman dibandingkan aspal karena daya cengkeram ban yang berbeda. Traksi yang dihasilkan tidak seoptimal aspal, sehingga kendaraan bisa terasa lebih sulit dikendalikan. Selain itu, ada anggapan bahwa jalan beton bisa mempercepat keausan ban, terutama pada jalan dengan alur drainase yang melintang terhadap arah kendaraan. Walaupun efeknya tidak terlalu signifikan, tetap penting bagi pengendara untuk memperhatikan kondisi ban saat melewati jalan beton.
Tingkat kebisingan di jalan beton juga lebih tinggi dibandingkan aspal, yang bisa mengganggu kenyamanan perjalanan. Selain itu, warna beton yang lebih terang membuat marka jalan kurang kontras, sehingga pengemudi perlu lebih waspada untuk menghindari potensi masalah.
Tips Berkendara Aman di Jalan Beton
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan saat melintasi jalan beton:
-
Perhatikan marka jalan dan jaga jarak aman
Pastikan untuk selalu fokus pada marka jalan dan menjaga jarak minimal 3 detik dengan kendaraan di depan. Ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan pengereman mendadak, terutama saat lalu lintas padat di musim mudik. -
Kurangi kecepatan saat hujan
Meskipun jalan beton tidak berlumpur seperti aspal yang rusak, genangan air tetap bisa menyebabkan aquaplaning. Saat hujan turun, turunkan kecepatan untuk menjaga kestabilan kendaraan. -
Pastikan kondisi ban optimal
Gunakan ban dengan tapak yang masih tebal dan tidak mengalami kerusakan seperti benjolan atau sobekan pada dindingnya. Tekanan udara juga harus sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga daya cengkeram ban tetap optimal. -
Istirahat secara berkala
Setelah mengemudi selama dua jam, sebaiknya berhenti sejenak di rest area. Selain memberikan waktu istirahat bagi pengemudi, ini juga membantu kendaraan, termasuk ban, untuk tidak terus-menerus terpapar suhu panas dari permukaan jalan beton. -
Lakukan pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan
Sebelum berangkat mudik, pastikan mobil dalam kondisi prima dengan melakukan servis berkala, termasuk pengecekan ban. Jika ditemukan tanda-tanda ban sudah aus atau tidak layak pakai, sebaiknya segera diganti agar perjalanan tetap aman.
Secara umum, berkendara di jalan beton maupun aspal tidak memiliki perbedaan signifikan jika kendaraan dalam kondisi optimal dan pengemudi menerapkan prinsip keselamatan berkendara. Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik bisa lebih nyaman dan aman.

