Xiaomi kembali mencuri perhatian dunia otomotif dengan pencapaian luar biasa dari sedan listrik andalannya, Xiaomi SU7 Ultra. Setelah tahun lalu versi prototipe SU7 mencatatkan waktu mengesankan 6 menit 46,874 detik di Nürburgring, kini versi produksinya secara resmi menorehkan waktu 7:04.957—menjadikannya mobil listrik produksi tercepat di sirkuit legendaris tersebut, juga dikenal sebagai Green Hell.
Dilansir dari Carscoops, meski 18 detik lebih lambat dari versi prototipe yang dilengkapi aero agresif dan bobot lebih ringan, SU7 Ultra versi produksi berhasil mengungguli dua nama besar: Rimac Nevera (7:05.298) dan Porsche Taycan Turbo GT (7:07.55). Xiaomi memang belum mengungkap siapa pengemudinya, namun mengonfirmasi bahwa unit yang digunakan merupakan model produksi lengkap dengan paket opsional track package.
Rekaman video onboard yang dirilis menunjukkan SU7 Ultra mencapai kecepatan 345 km/jam, hanya sedikit di bawah klaim top speed-nya yakni 350 km/jam. Performa luar biasa ini berasal dari konfigurasi tiga motor listrik dengan total tenaga 1.527 hp dan torsi 1.770 Nm, cukup untuk melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 1,89 detik.
Menariknya, pemilik SU7 Ultra tidak langsung mendapatkan seluruh tenaga maksimal dari awal. Mobil ini hanya menghasilkan 888 hp secara default, dan untuk membuka seluruh tenaga 1.527 hp, pengemudi harus mencatat waktu kualifikasi di trek yang disetujui Xiaomi.
Dengan harga mulai dari ¥529.000 (sekitar Rp1,2 miliar), SU7 Ultra menawarkan performa kelas hypercar dengan harga lebih terjangkau dari Taycan Turbo GT, yang dibanderol ¥1.998.000 di China. Xiaomi tampaknya benar-benar serius menjajaki dunia performa tinggi, tidak hanya sebagai produsen ponsel.

