Jakarta, 10 Juli 2026 – Setelah tahun lalu menyelesaikan rute Jakarta–Bali, Yamaha Indonesia kembali menguji daya tahan skutik mereka, GEAR ULTIMA, lewat agenda bertajuk GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition 2026. Selama kurang lebih 20 hari, empat unit motor dengan pilihan warna terbaru ini dikendarai melintasi jalur sepanjang 2.740 kilometer, menghubungkan wilayah Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara. Perjalanan ini melewati 4 provinsi, 7 kota, dan 23 kabupaten dengan karakter medan yang sangat beragam.
Rute ekspedisi ini sengaja dibagi menjadi tiga etape untuk melihat bagaimana performa motor saat menghadapi variasi jalanan di Pulau Sulawesi:
-
Etape I (Makassar – Palu): Fokus pada jalur pegunungan yang didominasi tanjakan curam dan jalanan berbatu.
-
Etape II (Palu – Gorontalo): Menyusuri jalur pesisir timur yang relatif landai dengan trek antarkota yang panjang.
-
Etape III (Gorontalo – Manado): Kombinasi antara jalanan perkotaan, area wisata alam, dan beberapa jalur pedalaman yang ekstrem.
Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), memaparkan bahwa agenda ini menjadi ruang uji coba langsung untuk melihat performa motor di lapangan. Menurutnya, seluruh rangkaian rute di Sulawesi berhasil diselesaikan dengan baik tanpa kendala teknis yang berarti, menjadikannya pilihan yang andal untuk mobilitas harian masyarakat urban maupun keluarga muda.
Catatan Performa Selama Ekspedisi
Ketahanan di Medan Sulit
Sepanjang perjalanan, motor ini dihadapkan pada beberapa titik jalur yang cukup menantang. Di antaranya adalah tanjakan berbatu dari Lembang Rano menuju Lembah Ollon, jalur berkelok di Lolai, hingga akses berlumpur di Desa Bambuan dan jalur sungai berbatu menuju Air Terjun Hulia Ilohuwa. Kelincahan motor di medan-medan ini didukung oleh karakter mesin Blue Core Hybrid 125 cc, rancangan rangka yang stabil, serta dimensi bodi yang tetap proporsional untuk bermanuver.
Fungsionalitas dan Kapasitas Muatan
Selain faktor ketahanan mesin, aspek fungsionalitas juga diuji dengan membawa beban berat khas aktivitas lokal di setiap wilayah:
-
Di Sidrap, motor digunakan untuk membawa muatan padi seberat 100–200 kg.
-
Di Desa Alindau (Sulteng), motor mengangkut hasil panen durian seberat 100 kg.
-
Di Pasar Tomohon (Sulut), motor membawa muatan ikan tuna hingga 60 kg.
Akomodasi barang bawaan selama touring terbantu oleh kapasitas bagasi serta keberadaan handle belakang multiguna yang cukup kokoh menahan beban.
Efisiensi Bahan Bakar
Sisi efisiensi menjadi poin penting yang diamati sepanjang ekspedisi. Pada rute Gorontalo menuju Manado yang didominasi tanjakan menuju Kotamobagu, motor ini sempat mencatatkan konsumsi bensin terbaik di angka 1 liter per 60,98 km, di mana satu tangki penuh mampu menemani perjalanan sejauh 311 km. Sementara itu, berdasarkan hasil kalkulasi total seluruh etape dengan metode pengisian full-to-full, rata-rata konsumsi bahan bakarnya berada di angka 57,63 km/liter.
Ariyanto, salah satu peserta yang ikut berkendara sejauh 550 km dari Gorontalo hingga Manado, menceritakan pengalamannya. Ia terkesan karena skutik kelas 125 cc ini ternyata cukup nyaman dan responsif saat menanjak, bahkan dengan kondisi motor yang penuh dengan perlengkapan berkendara.
Di samping aspek performa dan fungsionalitasnya, kehadiran empat warna baru yang digunakan sepanjang perjalanan ini juga cukup menarik perhatian warga lokal karena memberikan impresi visual yang lebih segar.

