Mobil listrik Tesla Model 3 yang dibanderol Rp 640 jutaan sepertinya masih tetap menjadi model yang paling terjangkau. Reuters melaporkan bahwa Tesla membatalkan rencana mobil listrik yang diduga sebagai Model 2 dengan kisaran harga Rp 390 jutaan. Tidak ada alasan spesifik soal pembatalan tersebut, namun strategi pabrikan meluncurkan harga yang agresif diduga menjadi salah satu penyebabnya.
Dilansir Motor1, keputusan tersebut bukanlah hal yang baru. Reuters sendiri mengutip dari berbagai sumber, dan beberapa informasi didapatkan pada akhir Februari atau awal Maret. Salah satunya pesan pada 1 Maret yang menyarankan staf insinyur untuk tidak memberitahu soal program sedang dibatalkan, sementara sumber lain menyebutkan akan bergeser dari mobil entry-level ke pengembangan robotaxis.
Rumor mengenai mobil listrik Tesla di bawah Model 3 sudah berlangsung beberapa tahun. Mobil tersebut disebut-sebut akan bersaing dengan Chevrolet Bolt dan Nissan Leaf. Namun, tren kendaraan listrik selalu berubah. Permintaan untuk mobil listrik semakin rencah, Tesla pun terkena dampaknya di US. Performa penjualan Tesla pada kuartal pertama 2024 tak sesuai rencana.
Tesla Beralih ke Robotaxi
Meskipun proyek mobil listrik mungil dibatalkan, pengembangan yang sudah dikerjakan seharusnya tidak sia-sia. Produksi robotaxi dikabarkan akan menggunakan platform baru. Meskipun belum diketahui pasti kapan mulai diproduksi dan totalnya. Tesla kemungkinan tidak akan memproduksi sebanyak rencana awal Model 2. Selain itu, permasalahan hukum dan bagaimana kendaraan nirsopir nanti akan digunakan.

