Tersandung Kasus, Toyota Setop Pengiriman untuk 3 Model Ini

Toyota Corolla AxioToyota Corolla Axio (Motor1)

Skandal Toyota terkait penyimpangan yang ditemukan saat uji tabrak masih jauh dari selesai. Setelah beberapa mobil tidak memenuhi standardisasi yang ditetapkan pemerintah, kini tujuh model yang bermasalah juga sudah teridentifikasi. Saat ini, Yaris Cross, Corolla Axio, dan Corolla Fielder tidak dikirim ke konsumen di Jepang.

Dilansir Motor1, Toyota menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Data yang tidak sesuai pada pedestrian and occupant protection tests untuk tiga model yang disebutkan sebelumnya. Setelah itu ada ketidaksesuaian pada uji tabrak dan metode pengetesan lainnya untuk empat model yang diskontinu, yaitu Crown, Isis, Sienta, dan Lexus RX generasi keempat.

Toyota menggunakan airbag timer ignition development test data untuk aplikasi sertifikasi model Crown dan Isis. Metode tersebut untuk membuat kondisi tabrakan yang lebih berat dibandingkan dalam tes sertifikasi.

Sedangkan Corolla bermasalah karena menggunakan data tes pengembangan dalam kondisi lebih berat untuk evaluasi kerusakan ke pejalan kaki. Sudut benturan 50 derajat yang ditetapkan oleh hukum dilakukan pada sudut 65 derajat.

Kasus selanjutnya melibatkan Corolla, Sienta, dan Crown tentang kerusakan ke pejalan kaki pada bagian kepala dan kaki saat benturan. Toyota mengirimkan data yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku.

Ketika pengujian tabrakan belakang pada Crown dan Sienta, Toyota menggunakan objek bergerak yang lebih berat dibanding standar. Untuk mendapatkan sertifikat, Toyota menggunakan data tes pengembangan dalam kondisi lebih berat dibandingkan standar yang berlaku.

Toyota Yaris Cross

Pengujian Yaris Cross mengabaikan regulasi baru yang berlaku. Pengujian tersebut soal evaluasi kerusakan yang terjadi pada kursi belakang ketika ada barang bawaan di bagasi saat mobil terlibat kecelakaan. Keberadaan barang bawaan merupakan sebuah keharusan, tapi tes tidak diulang dan Toyota menggunakan data lama untuk pendaftaran sertifikasi.

Kasus terakhir yang melibatkan Lexus RX disebabkan oleh target tenaga mesin tidak tercapai saat check engine power test. Pengujian seharusnya dihentikan dan Toyota harusnya melakukan investigasi agar bisa melakukan perubahan. Toyota mengakui sistem pengaturan mesin diatur untuk mencapai tenaga yang diinginkan. Pengujian tersebut akhirnya dilakukan ulang untuk mendapatkan sertifikasi. Toyota meyakinkan pengguna mobil bahwa tidak ada masalah pada performa yang melanggar peraturan dan regulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *