Asal Mula Nama Bugatti Tourbillon, Tak Lagi Terinspirasi dari Pembalap Legendaris

Asal Mula Nama Bugatti Tourbillon, Tak Lagi Terinspirasi dari Pembalap LegendarisAsal Mula Nama Bugatti Tourbillon, Tak Lagi Terinspirasi dari Pembalap Legendaris (Motor1)

Bugatti selalu memiliki cara penamaan yang unik terhadap hypercar keluaran terbarunya. Semua berawal ketika Bugatti dibeli oleh Volkswagen Group pada 1998 lalu. Bugatti seakan-akan mempelajari kembali sejarah yang menjadi dasar penamaan dua hypercar pertamanya.

Dilansir Motor1, nama Veyron berasal dari pembalap Pierre Veyron yang mengemudikan Bugatti dan memenangkan 24 Hours of Le Mans pada 1939. Hal yang sama dilakukan pada Chiron, nama pembalap Louis Chiron yang memenangkan French Grand Prix 1931 menggunakan Type 51.

Namun, nama Bugatti Tourbillon bukan berasal dari nama pembalap. Mobil ini juga menjadi Bugatti pertama yang tidak menggunakan mesin W16 dalam 20 tahun, jadi wajar saja jika namanya tidak terkait dengan nenek moyang Bugatti.

Inspirasi Nama Bugatti Tourbillon

Tourbillon diciptakan pada tahun 1795 oleh pembuat jam Abraham-Louis Breguet yang menghabiskan hidupnya di Prancis, menciptakan beragam inovasi. Breguet mematenkan tourbillon pada 1801. Pada akhir hayatnya, Breguet menjadi salah satu tokoh penting dalam bidang horologi. Breguet mematenkan tourbillon pada 1801.

Pada tahun 1920, Alfred Helwig menciptakan flying tourbillon yang menghilangkan penyambung pendukung tourbillon, sehingga mekanisme berputar tourbillon bisa terlihat dan meningkatkan nilai estetik. Merek jam Omega membuat jam tangan tourbillon pertama pada tahun 1947, jam bernama 30-I Tourbillon terjual dengan nilai lebih dari 1,5 juta USD dalam sebuah lelang.

Jadi mengapa Bugatti memutuskan menggunakan nama Tourbillon? Bugatti ingin arah yang baru serta mengintegrasikan fashion modern dan gaya hidup ke dalam hypercar barunya. Bahkan, Bugatti sudah menyiapkan jam tourbillon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *