PT Chery Sales Indonesia (CSI) beberapa waktu lalu memperkenalkan varian terbaru Chery Tiggo 8 ke rekan-rekan media.
Tiggo 8 yang diperkenalkan tidak menyandang embel-embel Pro Luxury, Pro Premium, atau Pro Max (di luar Indonesia, Pro Max bisa dibilang varian tertinggi). Tiggo 8 bisa diposisikan sebagai varian terjangkau dengan perbedaan di sektor mesin dan fitur.
Perbedaan terbesar dari Tiggo 8 tanpa embel-embel Pro adalah mesin yang digunakan. Tiggo 8 mengadopsi mesin 1,6 liter TGDI bertenaga 185 ps dengan torsi puncak 275 Nm. Klaim akselerasi 0-100 km/jam membutuhkan waktu 8,9 detik. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis DCT 7-percepatan.
Menariknya, mesin tersebut digunakan juga pada Omoda 5 GT FWD (dibanderol Rp 453,8 juta) dan Omoda 5 GT AWD (dijual dengan harga Rp 493,8 juta).
Chery Tiggo 8

Tiggo 8 memang belum memiliki harga resmi, namun Tiggo 8 Pro yang dibanderol mulai Rp 528, 5 juta menggunakan mesin 2,0 liter TGDI. Jika nantinya Tiggo 8 memiliki harga di bawah varian Pro, maka harganya bisa bersinggungan dengan Omoda 5 GT.
Lantas, apakah keduanya akan bersaing satu sama lain? Zeng Shuo selaku Assistance President Director PT CSI menjelaskan bahwa keduanya memiliki konsumen yang berbeda.
“ Konsumen Tiggo 8 butuh mobil 7-seater, family oriented, dan memiliki performa mumpuni. Sedangkan Omoda 5 GT AWD untuk konsumen penuh passion, mencari performa tinggi, ingin tampil berbeda dan futuristis. Jadi keduanya punya segmen berbeda,” ungkap Zeng.

