Perkenalan BYD M6 telah resmi dilakukan saat berlangsungnya exclusive media day di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Harga yang ditawarkan pun cukup menggemparkan dengan banderol mulai Rp 379 juta hingga Rp 429 juta. Spesifikasinya pun tidak tanggung-tanggung, crushmedia.id sudah mencoba komparasi dengan Toyota Zenix Hybrid pada artikel ini.
Lantas, apa rahasia harga kompetitif mobil listrik keluarga M6? Luther Panjaitan selaku Head of Marketing & Communication PT BYD Motor Indonesia pun angkat bicara.
“ Pada dasarnya ketika kita sudah bisa mastering produksi komponen utama sebuah EV seperti baterai, drivetrain, chipset, dan hal lain yang mandatory di sebuah EV tentunya kita bisa mencapai competitive price,” ungkap Luther saat dihubungi oleh Crushmedia.id.
Luther pun menambahkan harga kompetitif EV akan sulit dicapai jika menggunakan baterai dari pabrikan lain. Sementara baterai adalah komponen yang besar dari sebuah EV.
“ Itu (harga kompetitif) yang bisa kita reach kalau bisa produksi sendiri hampir keseluruhan komponen EV,” lanjut Luther.
Awal Bisnis BYD
BYD memulai usahanya sebagai perusahaan baterai. Selama tiga dekade, perusahaan ini telah mengembangkan dan mematenkan berbagai teknologi, di mana sistem baterai menjadi salah satu elemen pengembangan yang paling penting untuk menjaga dan menunjang performa baterai sebagai sumber daya utama kendaraan listrik (EV). Dari hasil berbagai studi, penelitian, dan pengembangan oleh tim R&D BYD selama bertahun-tahun, lahirlah Blade Battery.
Blade Battery, yang terlihat seperti susunan pisau, menggunakan Lithium Iron-Phosphate (LFP) sebagai bahan katoda. Bahan ini diklaim memberikan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. LFP secara alami memiliki stabilitas termal yang baik dan bebas kobalt. Selain itu, LFP merupakan bahan yang tahan lama.
Material pada Blade Battery berbeda dari baterai lithium-ion konvensional seperti baterai ternary. Baterai lithium-ion besi fosfat juga dikenal sebagai baterai LFP, dengan L merujuk pada lithium, F pada besi, dan P pada fosfor. Karena BYD menggunakan sel berbentuk pisau, maka baterai ini dinamakan “Blade Battery.”