Recall adalah salah satu bentuk tanggung jawab pabrikan otomotif kepada konsumen. Merek mobil yang mau mengakui adanya kesalahan produksi haruslah diapresiasi, karena proses tersebut sudah pasti memakan waktu dan juga biaya.
Baru-baru ini Toyota menemukan adanya cacat pada mesin V6 twin turbocharger yang digunakan pada Tundra dan SUV mewah Lexus LX. Model yang terdampak adalah produksi November 2021 hingga 2023 (untuk LX dari Juli 2021 hingga November 2022).
Dilansir Motortrend, permasalahannya terletak pada mesin yang bisa mati tiba-tiba. Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat menyebutkan adanya sisa-sisa kotoran yang tidak dibersihkan pada mesin ketika diproduksi. Cacat produksi ini bisa menyebabkan engine knocking, suara kasar, mesin mati, atau kehilangan tenaga. Ketika digunakan pada kecepatan tinggi berpotensi menyebabkan kecelakaan.
102.092 Mesin Toyota Terdampak Recall
Pada Mei 2024 lalu, Toyota menyebutkan bahwa 102.092 unit mobil memiliki potensi terdampak oleh kesalahan ini. Pabrikan asal Jepang tersebut memperkirakan 1 persen dari total mobil tersebut yang benar-benar mengalami dampaknya.
Sampai saat ini, Toyota belum bisa memastikan berapa banyak mobil yang benar-benar terdampak. Berdasarkan laporan Automotive News, Toyota memutuskan untuk mengganti semua mesin yang berpotensi terkena.
Biaya yang dikeluarkan untuk mengganti 100.000-an unit mesin tentu sangatlah besar. Selain harga mesin yang mahal, biaya, dan waktu yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

