Emisi Mobil Hybrid Bisa 5 Kali Lebih Besar Dibanding Listrik

Toyota Klaim Hybrid Menjadi Cara Termudah Menuju Netralitas KarbonToyota Klaim Hybrid Menjadi Cara Termudah Menuju Netralitas Karbon

Battery Electric Vehicle atau BEV memang tidak menghasilkan emisi dari knalpot, emisi BEV berasal dari proses pembuatan dan juga pembuangan ketika masa pakai kendaraan sudah habis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh International Council of Clean Transportation (ICCT), BEV paling unggul dari sisi mengurangi emisi selama siklus hidupnya, terutama jika pengisian baterai berasal dari energi terbarukan.

Dilansir Carscoops, berbicara soal emisi untuk kendaraan 2024 di Amerika Serikat, kendaraan self-charging hybrid menghasilkan 2,2 kali (sedan) dan 2,5 (SUV) emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidup dibanding BEV. Sedangkan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) model sedan dan SUV menghasilkan emisi dua kali lipat dibanding BEV. Sementara itu, SUV dengan mesin pembakaran internal (ICE) menghasilkan hingga 3,5 kali lebih banyak emisi dibandingkan dengan BEV yang sebanding.

Perbandingan Hybrid dengan BEV

Data ini berdasarkan kendaraan yang diisi daya dari jaringan listrik rata-rata. Jika BEV diisi sepenuhnya dengan listrik terbarukan, SUV hybrid menghasilkan 4,9 kali lebih banyak emisi, dan SUV ICE bahkan mencapai 6,7 kali lipat lebih banyak emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidup mereka.

ICCT menjelaskan bahwa emisi gas rumah kaca net selama siklus hidup kendaraan mencakup emisi dari pembuatan baterai dan kendaraan, produksi bahan baku dan bahan bakar, penggunaan kendaraan, serta pembuangan akhir kendaraan.

Studi menunjukkan  BEV 66-74 persen lebih bersih dibandingkan dengan pesaing ICE mereka, atau hingga 85 persen lebih ramah lingkungan ketika menggunakan listrik terbarukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *