Regulasi Jadi Penyebab Berakhirnya Produksi Nissan GT-R R35

Terima Kasih Nissan GT-R, Sampai Jumpa LagiTerima Kasih Nissan GT-R, Sampai Jumpa Lagi (Carscoops)

Nissan GT-R R35 yang diproduksi sejak Desember 2007 silam telah dihentikan di sebagian besar pasar, dan produksi terakhir akan selesai tahun depan. Nissan rupanya menyuntik mati mobil tersebut karena tekanan regulasi.

Dilansir Motor1, Pierre Loing selaku kepala produk global Nissan menjelaskan alasan di balik masa depan GT-R yang terbatas. “Mobil ini sudah dipasarkan selama 17 tahun dan kami ingin melanjutkannya selama 17 tahun lagi, tetapi regulasi memberikan tantangan besar. Supercar ini pensiun dari Eropa pada Juli 2021 setelah adanya peraturan kebisingan baru. Sebelumnya, GT-R juga dihentikan di Australia karena tidak memenuhi standar uji tabrak samping yang lebih ketat,” ungkap Pierre kepada Top Gear.

Nissan belum memiliki model pengganti GT-R R35. Pierre mengisyaratkan bahwa akan ada jeda, serupa dengan sejarah GT-R yang pernah mengalami penghentian produksi sebelumnya.

Harapan Penerus Nissan GT-R35

Konsep liar Hyper Force tahun lalu memberi harapan akan hadirnya R36 dengan baterai solid-state yang serba listrik. Namun, butuh waktu lama bagi Nissan untuk meluncurkan generasi GT-R saat ini. Konsep awalnya diperkenalkan pada 2001, diikuti oleh GT-R Proto pada 2005, dan baru dua tahun kemudian produksi dimulai.

Pada awal 2024, direktur desain Nissan, Giovanny Arroba, menyarankan bahwa Nissan GT-R berikutnya akan diluncurkan sekitar 2030. Ia menyebut Hyper Force sebagai “impian berani tapi bisa dicapai sebelum akhir dekade ini.” Ketika coupe berperforma tinggi ini kembali, ia akan berdampingan dengan model Z dan mungkin Silvia yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *