Bisa Memicu Korsleting dan Kebakaran, BMW Minta Pemilik Lini Sedan Plug-in Hybrid Parkir di Luar Rumah

Raksasa otomotif premium asal Jerman, BMW, secara resmi mengeluarkan instruksi darurat dan penarikan kembali keselamatan (safety recall) yang melibatkan hampir 30.000 unit lini kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mereka. Langkah krusial ini diambil menyusul adanya laporan dan temuan masalah pada sistem starter yang dinilai berpotensi memicu hubungan arus pendek (korsleting) hingga kebakaran hebat.

Berdasarkan data resmi dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalah cacat produksi ini secara spesifik berdampak pada 29.119 unit sedan mewah dengan sistem penggerak hybrid (iPerformance). Pabrikan bahkan mengeluarkan peringatan tegas dan meminta para pemilik kendaraan yang terdampak untuk segera memarkir kendaraan mereka di area terbuka di luar ruangan, serta menjauhkannya dari garasi, rumah, atau struktur bangunan apa pun sampai proses perbaikan mekanis selesai dilakukan.

Penyelidikan teknis mendalam mengungkap bahwa akar permasalahan terletak pada komponen relai starter elektrik mesin konvensionalnya. Desain rumah relai tersebut memiliki celah yang rentan terhadap intrusi atau rembesan air dari luar. Akumulasi kelembapan yang terjadi terus-menerus pada komponen elektrik sensitif ini lambat laun memicu korosi parah yang mengganggu suplai daya.

NHTSA menegaskan bahwa dalam kasus yang ekstrem, korosi pada relai starter dapat menyebabkan panas berlebih (overheating) dan hubungan arus pendek yang fatal. Kondisi berbahaya ini (thermal event/kebakaran) dapat terjadi kapan saja, baik saat kendaraan sedang dioperasikan di jalan raya, maupun saat mobil sedang dalam posisi mati total dan terparkir di dalam garasi tempat tinggal.

Isu keselamatan ini merupakan benang merah sekaligus kelanjutan langsung dari kampanye penarikan massal yang digelar BMW pada tahun 2025 lalu. Pada saat itu, BMW menarik sebanyak 196.355 unit kendaraan bermesin konvensional (termasuk beberapa lini model sport yang dikembangkan bersama Toyota) menyusul insiden serupa di lapangan.

Varian hybrid awalnya tidak tersentuh oleh kebijakan tersebut. Namun, komitmen investigasi lanjutan dengan memantau data servis serta menguji sekitar 150 sampel komponen starter bekas pakai akhirnya mendorong BMW untuk memperluas cakupan penarikan ke segmen PHEV ini.

Adapun model-model varian BMW iPerformance yang masuk ke dalam daftar penarikan ini meliputi:

  • BMW 330e iPerformance (Tahun Produksi / Model Year 2016–2018)

  • BMW 740Le xDrive iPerformance (Tahun Produksi / Model Year 2017–2019)

  • BMW 530e & 530e xDrive iPerformance (Tahun Produksi / Model Year 2018–2020)

Guna menanggulangi risiko ini, seluruh jaringan diler resmi BMW akan menjadwalkan penggantian unit motor starter lama dengan komponen baru yang mengusung desain proteksi mutakhir yang jauh lebih kedap terhadap air. Proses penggantian komponen tersebut akan dilaksanakan sepenuhnya secara gratis tanpa membebankan biaya apa pun kepada konsumen.

Hingga berita ini diturunkan, BMW mengonfirmasi belum menerima laporan adanya insiden kecelakaan lalu lintas ataupun cidera fisik yang menimpa pengguna akibat permasalahan starter tersebut. Surat pemberitahuan resmi mengenai jadwal perbaikan massal dijadwalkan akan dikirim serentak kepada para pemilik kendaraan mulai akhir Agustus 2026. Pemilik lini iPerformance diharapkan mematuhi instruksi parkir luar ruangan ini demi menjaga keselamatan properti dan tempat tinggal mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *