Nissan pernah menjadi salah satu merek favorit bagi pecinta mobil performa, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, pamornya meredup. Nissan Z, meskipun memiliki reputasi baik, masih kalah dalam penjualan dari Chevrolet Camaro yang bahkan sudah dihentikan produksinya. Sementara itu, GT-R juga sudah tidak lagi diproduksi dan hanya terjual 657 unit dalam dua tahun terakhir. Namun, perubahan besar mungkin segera terjadi di bawah kepemimpinan baru.
Dilansir Carscoops, pada 1 April, Ivan Espinosa resmi menjadi CEO Nissan, menggantikan Makoto Uchida yang mundur setelah berbagai tantangan, termasuk kegagalan merger dengan Honda. Sebagai penggemar otomotif sejati, Espinosa ingin mengembalikan semangat performa yang dulu menjadi ciri khas Nissan. “Keseruan berkendara adalah inti dari Nissan, dan itulah yang ingin kami pertahankan,” ujarnya.
Dalam wawancara dengan Top Gear, Espinosa menyatakan ambisinya menghadirkan empat hingga lima mobil unggulan yang mencerminkan identitas Nissan dan tersedia di pasar global. Ia mengisyaratkan kemungkinan kembalinya model ikonik seperti Nissan Z, GT-R, dan Patrol, serta mobil performa yang lebih terjangkau—mungkin sekelas Pulsar atau Silvia.
Ia juga menyinggung tentang konsep Hyper Force, mobil listrik bertenaga tinggi yang dipamerkan di Japan Mobility Show. Jika konsep ini terwujud, Nissan bisa kembali bersaing di segmen supercar listrik.
Dengan semua rencana ini, Nissan memiliki peluang besar untuk kembali ke puncak industri mobil performa. Tantangannya kini adalah mewujudkan model-model tersebut dan memastikan kualitasnya sesuai dengan ekspektasi para penggemar.

