Waze Kini Bisa Pandu Pengendara Motor Hindari Lubang Jalan dan Polisi Tidur

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memegang peran yang semakin penting dalam sistem navigasi modern. Teknologi terbaru ini tidak hanya membantu merencanakan rute perjalanan, tetapi juga bisa menjawab berbagai pertanyaan seputar lingkungan sekitar pengguna. Di saat perhatian publik banyak tertuju pada pembaruan besar-besaran di Google Maps, Waze rupanya tidak mau kalah dengan mengumumkan sejumlah fitur baru yang sangat menarik dan fungsional.

Langkah pembaruan ini diawali dengan hadirnya fitur navigasi personal. Berdasarkan laporan Michael Gauthier dari Carscoops, fitur ini nantinya akan menyarankan rute perjalanan berdasarkan riwayat perjalanan pengguna sebelumnya. Secara sederhana, aplikasi Waze akan mempelajari kebiasaan berkendara Anda untuk mengetahui jenis rute yang lebih Anda sukai. Sebagai contoh, jika Anda lebih sering memilih jalur jalan tol dibanding jalanan kota biasa, Waze akan memprioritaskan jalur tersebut dalam saran rutenya. Meski begitu, pengguna tetap diberikan kebebasan penuh untuk memilih rute alternatif lain atau bahkan mematikan fitur personalisasi ini sama sekali melalui rilis global yang sedang berjalan saat ini.

Selain navigasi personal, Waze juga menghadirkan fitur unik bernama mode “kurang cerewet” (less chatty mode). Sesuai namanya, fitur ini berfungsi untuk meminimalkan gangguan suara navigasi dengan menjaga agar pembaruan informasi tetap singkat dan padat. Pengendara tidak perlu khawatir tersesat karena sistem akan tetap memberikan peringatan penting yang bersifat krusial, seperti bahaya di jalan, instruksi berbelok, hingga instruksi perpindahan lajur. Mode ini sengaja dirancang bagi para pengendara yang lebih memilih fokus mendengarkan musik di perjalanan tanpa terganggu suara instruksi navigasi yang berulang-ulang.

Bagi para pengguna roda dua, Waze meluncurkan mode sepeda motor terbaru yang dinilai akan menjadi pendobrak baru di dunia navigasi. Waze sangat memahami bahwa sepeda motor bisa dengan mudah melewati jalanan yang sempit, namun di sisi lain, kendaraan roda dua jauh lebih sensitif terhadap kondisi permukaan jalan yang rusak. Ketika pengguna mengaktifkan mode sepeda motor ini, sistem navigasi akan mencari rute terbaik sekaligus menampilkan informasi bahaya jalanan yang biasanya tidak terlalu dipedulikan oleh pengendara mobil. Bahaya jalanan tersebut mencakup lubang jalanan (potholes), polisi tidur (speed bumps), hingga marka penyeberangan jalan yang menonjol (raised crosswalks). Fitur cerdas ini terwujud berkat kombinasi informasi lalu lintas waktu nyata (real-time) milik Waze serta kontribusi dari komunitas editor peta khusus sepeda motor yang bertugas mengidentifikasi potensi bahaya baru. Mode motor ini mulai meluncur di beberapa negara seperti Argentina, Brasil, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Filipina, dengan target wilayah ekspansi yang akan terus bertambah.

Pembaruan dari sektor kecerdasan buatan juga membuat proses pelaporan bahaya di jalan menjadi jauh lebih praktis. Mengandalkan integrasi dengan Gemini AI, Waze kini memiliki fitur laporan berbasis percakapan (Conversational Reporting). Jika Anda menemukan jalan yang ditutup, Anda cukup mengucapkan kalimat langsung seperti “jalan di depan ditutup”. Aplikasi Waze secara otomatis akan mengirimkan informasi tersebut ke editor peta lokal untuk diverifikasi dan memperbarui kondisi jalanan di peta secara instan.

Lebih lanjut, teknologi Gemini juga membuat fitur pencarian di Waze menjadi jauh lebih pintar dalam memberikan saran tempat tujuan meskipun pengguna belum tahu pasti ke mana mereka ingin pergi. Melalui ikon pencarian suara, pengguna bisa langsung mengajukan pertanyaan spesifik seperti mencarikan kedai kopi terdekat yang masih buka, mencarikan tempat parkir yang dekat dengan mal tertentu, hingga mencari stasiun pengisian bahan bakar terdekat yang menawarkan harga paling murah. Fitur penemuan destinasi otomatis ini memiliki cara kerja yang serupa dengan fitur Ask Maps pada Google Maps, dan saat ini sudah mulai digulirkan secara bertahap kepada komunitas pengguna Waze versi beta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *