Mesin V-10 legendaris Lamborghini resmi pensiun bersamaan dengan Audi R8 terakhir meninggalkan jalur produksi pada Maret lalu. Mesin 5.2 liter disuntik mati, karena Lamborghini memilih teknologi yang sepenuhnya berbeda untuk penerus Huracan, yaitu Temerario.
Dilansir Motor1, Rouven Mohr, Chief Technical Officer Lamborghini, menjelaskan kepada Top Gear alasan V-10 tak lagi digunakan. Mesin ini harus kehilangan hingga 20% tenaganya agar sesuai dengan regulasi emisi yang semakin ketat. Pada performa maksimalnya, V-10 mampu menghasilkan 631 hp, sehingga jika digunakan pada Temerario, outputnya akan turun menjadi sekitar 500 hp.
Awalnya, pabrikan asal Italia ini mempertimbangkan untuk menggunakan mesin V-6. Namun, ide ini ditolak karena dianggap tak sesuai dengan citra merek. “Kami bisa saja membuat V-6 dengan performa setara V-8, tapi kami merasa itu tidak cocok untuk merek Lamborghini,” ujar Mohr.
Mesin V-10 Lamborghini Lebih Ekonomis
Dari sudut pandang biaya, mempertahankan V-10 sebenarnya lebih ekonomis, bahkan dengan versi tenaga yang lebih kecil. Namun, Lamborghini memilih untuk mengembangkan mesin V-8 twin-turbo baru dengan investasi puluhan juta dolar selama lima tahun. Mesin 4.0 liter ini mampu menghasilkan 789 hp, dengan potensi tambahan hingga 80 hp, menjadikannya mencapai 869 hp. Jika digabungkan dengan sistem hybrid, output totalnya dapat mencapai 1.000 hp, hampir dua kali lipat tenaga Gallardo generasi pertama pada 2003.

