Baterai Sodiom Ion Disebut-sebut Sanggup Memangkas Harga Mobil Listrik

Mobil listrik Yiwei Menggunakan Baterai Sodium ion (Autocar.co.uk)Mobil listrik Yiwei Menggunakan Baterai Sodium ion (Autocar.co.uk)

Perkembangan teknologi mobil tidak pernah sedinamis sekarang. Dan baterai lithium-ion menjadi salah satu hal yang berperan pada perubahan industri otomotif.

Dilansir Autocar.co.uk, melihat bagaimana sebuah hal dapat berubah di industri otomotif, baterai lithium-ion yang memiliki kekurangan pada keberlangsungan, keamanan penyimpanan, dan biaya, bisa saja digantikan oleh penyimpanan energi jenis lain. Sodium Ion Batteries (SIB) sudah ada di depan mata, namun dinilai belum siap digunakan untuk mobil.

Pada awal Januari, pabrikan mobil China JAC mengumumkan telah mengirimkan mobil listrik kecil merek Yiwei yang dilengkapi SIB dari Hina Battery. Pabrikan China lainnya, JMEV mengumumkan kendaraan listrik bertenaga SIB dari Farasis Energy.

Kelemahan Baterai SIB untuk Motor Listrik

Kelemahan dari SIB adalah kepadatan energi, dari sisi perbandingan energi dibagi bobot belum sebaik teknologi lithium.

SIB tidak mengandung lithium atau cobalt, dan persediaan sodium bisa dibilang melimpah. Elektrolitnya lebih sederhana dan pengumpul arus elektroda bisa menggunakan aluminium, bukan tembaga. Sehingga lebih murah dan lebih baik untuk keberlangsungan lingkungan.

Secara garis besar, SIB lebih murah 30 persen dibanding lithium ion. Harga tersebut tentu cukup menggiurkan, mengingat harga baterai sebuah mobil listrik mencapai 40 persen dari harga total kendaraan.

Para pabrikan sedang fokus pengembangan kepadatan energi SIB. Karena saat ini untuk mencapai jarak tempuh yang sama dengan lithium-ion, baterai SIB pasti memiliki bobot yang lebih berat dan tentu berpengaruh juga terhadap jarak tempuh.

SIB disebut-sebut bisa bekerja dengan baik saat cuaca dingin, lebih aman, dan lebih murah dibanding lithium-ion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *