Carlos Ghosn merupakan salah satu tokoh otomotif kontroversial yang tidak ragu-ragu mengungkapkan isi hatinya. Pria berusia 70 tahun tersebut sebelumnya menyebut Nissan sebagai perusahaan membosankan, serta melontarkan pernyataan aliansi Renault dengan Nissan sebagai kecil dan ringkih.
Dilansir Motor1, kini kerja sama Honda, Nissan, dan Mitsubishi pun tak luput dari komentar Carlos. Ketika berbicara kepada Automotive News, Ghosn menyebutkan Honda merencanakan akan mengambil alih Nissan dan Mitsubishi. Carlos percaya Honda adalah perusahaan terbesar dalam aliansi, sehingga Honda bisa mengendalikan sesuka hati. Belum ada informasi lengkap soal perjanjian tiga perusahaan Jepang tersebut, namun mantan bos Nissan berasumsi Honda memegang peranan penting.
“ Saya tidak bisa membayangkan bagaimana cara kerjanya antara Honda dan Nissan, kecuali diambil alih, atau Nissan dan Mitsubishi diambil alih secara diam-diam oleh Honda,’ ungkap Ghosn menyatakan bahwa kerja sama hanyalah kedok.
Sebelumnya Tidak Ada Rencana Kerja Sama dengan Honda
Selama menjadi CEO Nissan dari Juni 2021 hingga April 2017, tidak pernah ada wacana untuk bekerja sama dengan Honda. Sebelum bergabung ke Nissan, Ghosn memegang peranan penting pada proses restrukturisasi Renault. Ghosn pun mendapat julukan “Le Cost Killer” karena ketegasan restrukturisasi.
Sebagai pengingat, Carlos dipenjara pada November 2018 silam akibat penyalahgunaan dana perusahaan. Pada Desember 2019, Carlos kabur dari Jepang menuju Lebanon menggunakan pesawat sambil bersembunyi di dalam kotak.

