Hyundai Akui Konsumennya Tidak Ingin Terlalu Banyak Layar Sentuh di Dalam Mobil

Hyundai Kona Mauna Loa Edisi Terbatas Meluncur di Jepang, Tampil Maskulin dengan Sentuhan Off-RoadHyundai Kona Mauna Loa Edisi Terbatas Meluncur di Jepang, Tampil Maskulin dengan Sentuhan Off-Road (Carscoops)

Hyundai adalah salah satu pabrikan mobil yang masih mempertahankan tombol-tombol fisik tradisional. Hyundai bahkan menambahkan lebih banyak kontrol fisik pada Ioniq 5 dan Tucson terbaru dibanding generasi sebelumnya. Riset baru yang dilakukan oleh Hyundai menunjukkan bahwa orang cenderung lebih suka menggunakan tombol fisik untuk fungsi yang sering dipakai.

Dilansir Motor1, Wakil Presiden Hyundai Design North America (HDNA), Ha Hak-soo, mengakui bahwa Hyundai awalnya sangat terkesan dengan sistem infotainment Tesla yang revolusioner, di mana hampir semua fungsi diintegrasikan ke dalam layar besar. Namun, mereka kemudian menyadari bahwa menggabungkan hampir semua kontrol dalam satu layar bukanlah solusi terbaik.

Memainkan layar sentuh untuk mengatur suhu atau fungsi dasar lainnya bisa mengganggu konsentrasi. Sebaliknya, dengan tombol fisik yang selalu berada di tempat yang sama, pengemudi bisa mengatur beragam fitur dengan tatapan mata tetap ke jalan..

Layar besar dapat menjadi gangguan yang berisiko bagi keselamatan. Tahun lalu, Sang Yup Lee, Kepala Desain Global Hyundai, menjelaskan bahwa “saat mengemudi, sulit untuk mengontrol layar [sentuh], itulah mengapa tombol fisik lebih mudah dirasakan dan digunakan.”

Menggunakan Layar Sentuh pada Mobil Bisa Menghemat Anggaran

Meskipun pabrikan mungkin tidak akan mengakuinya, menghilangkan tombol fisik menguntungkan dari sisi anggaran. Menggunakan layar yang sama di berbagai model mobil adalah cara yang efektif untuk menghemat biaya. Bahkan, Tesla melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan tuas persneling ke dalam layar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *