Hyundai bisa saja mengikuti jejak BMW dalam hal menerapkan biaya berlangganan jika konsumen ingin merasakan fitur-fitur tertentu. Hal ini disampaikan oleh Marcus Welz, bos Hyundai divisi new Connected Mobility
Dilansir Carscoops, untuk mempersiapkan perihal berlangganan, Hyundai menggabungkan layanan langganan Mocean dengan Bluelink connected service system dalam satu payung bernama Hyundai Connected Mobility. Marcus mengatakan formasi divisi baru ini akan memperkenalkan beragam layanan digital, seperti features on demand, in car payments, dan aplikasi Vehicle to Everything (V2X).
Marcus mengatakan kepada Autocar, bahwa Hyundai ingin lebih dekat dengan konsumen setelah menjual mobil. Salah satu caranya adalah menawarkan layanan seperti Bluelink. Misalkan saja, mobil baru akan mendapatkan versi ringan Bluelink untuk 10 tahun pertama, bagi yang membayar langganan Rp 50 ribuan per bulan bisa mendapatkan versi lebih lengkap. Hyundai juga akan menawarkan versi Pro dengan biaya Rp 170 ribuan per bulan.
Hyundai Bisa Menjual Pembaruan Perangkat Lunak
Marcus juga memberikan bocoran jika Hyundai bisa menjual perangkat lunak untuk upgrade komponen, seperti baterai, motor, kamera, dan sensor.
“ Banyak hal yang bisa dilakukan cukup melalui perangkat lunak, sehingga bisa mengoptimalkan perangkat keras yang ada. Kami akan terus mengembangkan fitur dan fungsi, lalu kami akan menyediakannya untuk konsumen,” pungkas Marcus.

