Sejak 2020, Hyundai Motors Indonesia (HMID) terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan berbagai model EV, Hyundai juga membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik baterai dan jaringan charging station di berbagai wilayah.
Hyundai memulai langkahnya di pasar EV dengan memperkenalkan IONIQ Electric dan KONA Electric pada 2020. Kemudian, pada 2022, IONIQ 5 menjadi kendaraan listrik pertama yang diproduksi di Indonesia. Tahun berikutnya, IONIQ 6 hadir dengan desain electrified streamliner, sementara all-new KONA Electric membawa peningkatan dari segi daya tempuh dan fitur. Hyundai juga meluncurkan IONIQ 5 N, EV berperforma tinggi pertama di Indonesia.
Hyundai kini berencana membawa IONIQ 9, model terbaru yang pertama kali diperkenalkan secara global pada November 2024 dan telah diluncurkan di Korea pada Februari 2025. Mobil ini menawarkan ruang kabin yang lebih luas dan pengalaman berkendara yang lebih interaktif.
Menurut Ju Hun Lee, President Director HMID, Hyundai melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap EV dan ingin menghadirkan IONIQ 9 untuk memahami lebih dalam potensi pasar Indonesia. Sementara itu, Fransiscus Soerjopranoto, COO HMID, menyebut bahwa Hyundai akan terus berkontribusi dalam transisi menuju mobilitas ramah lingkungan sesuai dengan target net zero emission 2050.
Investasi Hyundai dalam pengembangan EV di Indonesia mencapai USD 3 miliar, termasuk pembangunan pabrik baterai HLI dengan kapasitas produksi 10 GWh per tahun, cukup untuk lebih dari 150.000 unit BEV. Hyundai juga telah menghadirkan lebih dari 600 charging station dan membuka akses pengisian daya untuk berbagai merek EV melalui aplikasi myHyundai.
Kehadiran IONIQ 9 diharapkan semakin memperkuat posisi Hyundai dalam industri kendaraan listrik Indonesia sekaligus mendorong adopsi EV yang lebih luas di Tanah Air.

