Salah satu cara untuk menarik minat konsumen untuk membeli mobil adalah menawarkan harga yang terjangkau. Sehingga dibutuhkan penghematan biaya dari sisi produksi. Sayangnya, ada perusahaan yang diduga mengorbankan sisi keselamatan demi efisiensi.
Dilansir Carscoops, hal inilah yang dituduhkan seorang insinyur terhadap Vinfast, produsen mobil yang ia bantu dalam merancang komponen untuk model VF6 dan VF7. Yang lebih mengejutkan, insinyur tersebut tidak menerima penghargaan atas keberaniannya membongkar praktik tak aman. Sebaliknya, ia justru dipecat.
Insinyur yang Bongkar Masalah Keselamatan Vinfast
Orang yang berani bersuara tersebut adalah Hazar Denli, seorang insinyur berpengalaman yang sebelumnya bekerja di Tata Technologies Limited, konsultan teknik global yang dikontrak Vinfast untuk mengembangkan VF6 dan VF7. Menurut laporan BBC, setelah proyek itu, Denli bergabung dengan Jaguar Land Rover (JLR) milik Tata Group, tetapi dipecat pada Juli tahun ini setelah menyuarakan kekhawatirannya terkait keselamatan Vinfast melalui unggahan daring.
Denli mengklaim bahwa ia memimpin tim teknik yang menangani suspensi depan dan sasis. Saat pengujian, komponen-komponen tersebut terbukti tidak cukup kuat. “Kami menemukan, misalnya, sambungan antara strut depan dan knuckle yang longgar, yang sangat berbahaya,” katanya. “Hal ini bisa menyebabkan seluruh struktur menjadi longgar, roda terlepas, atau kehilangan kendali kendaraan, terutama dalam situasi tabrakan.”
Denli menyatakan bahwa ia telah melaporkan masalah ini kepada manajemen, tetapi tidak ada tindakan yang diambil. Tidak nyaman terkait dengan proyek tersebut, ia mengundurkan diri, mengikuti jejak tiga rekannya yang lebih dahulu keluar. Pada April tahun ini, sebuah keluarga di California mengalami kecelakaan tragis menggunakan mobil Vinfast, menabrak tiang, terbakar, dan menewaskan seluruh penumpangnya. Setelah insiden ini, Denli merasa tidak bisa diam.
Melalui unggahan panjang di Reddit dalam format “Ask Me Anything,” Denli membeberkan tuduhannya. “Saya mau naik mobil dari merek lain yang pernah saya desain… semua mobil pasti ada kekurangannya. Tapi untuk Vinfast, saya tidak akan pernah mau, bahkan melarang orang-orang tercinta saya menaikinya,” tulisnya. Dua bulan kemudian, JLR memecatnya. BBC melaporkan bahwa dokumen internal yang didapat melalui Data Subject Access Request (DSAR) membuktikan bahwa unggahan ini menjadi alasan pemecatan.

