Mazda EZ-6, yang resmi diluncurkan pada 26 Oktober, berhasil mencatat penjualan 2.445 unit di Tiongkok pada bulan November. Menurut Changan Mazda, pencapaian ini menempatkannya di peringkat tiga besar sedan energi baru ukuran menengah dalam kategori joint venture di Tiongkok. Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, produksi di pabrik Changan Mazda di Nanjing telah ditingkatkan.
Dilansir Carnewschina, Mazda EZ-6 menggunakan platform hybrid EPA milik Changan, dengan tujuh varian yang ditawarkan. Harga berkisar antara Rp294 juta hingga Rp376 juta. Mobil ini tersedia dalam versi listrik penuh (BEV) dan range-extended (EREV). Desainnya mengusung bahasa desain khas Mazda “Kodo” dengan lampu depan terpisah, lampu siang hari LED, dan logo Mazda yang menyala.
Spesifikasi Mazda EZ-6
Mazda EZ-6 memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.485 mm, serta wheelbase 2.895 mm. Kabinnya dilengkapi layar infotainment 14,6 inci, panel instrumen digital, dan heads-up display AR (AR-HUD) berukuran 50 inci yang ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8155. Fitur lainnya meliputi sistem pencahayaan 64 warna, sistem audio 14 speaker dari Sony, dan kursi depan berteknologi “zero-gravity”.
Versi listrik penuh dari EZ-6 dilengkapi motor belakang 190 kW dengan dua opsi baterai yang memberikan jangkauan 480 km atau 600 km (CLTC). Pengisian daya dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu 15 menit. Sementara itu, model EREV menggabungkan mesin 1.5L dengan tenaga 70 kW dan motor 160 kW, menghasilkan jangkauan gabungan hingga 1.301 km. Pengisian daya 30%-80% memakan waktu 20 menit.

