Kebanyakan mobil yang dijual menggunakan sistem rem yang terhubung dengan roda. Kini, Mercedes mengembangkan sistem rem yang ditempatkan di dalam unit penggerak mobil listrik dan diklaim tidak memerlukan perawatan sepanjang usia kendaraan.
Dilansir InsideEVs, mobil listrik memiliki kemampuan memperlambat laju kendaraan menggunakan motor eletrik, sehingga mengurangi penggunaan rem gesek sekaligus mengisi daya baterai. Berbagai produsen telah mengembangkan inovasi rem khusus untuk kendaraan listrik, seperti cakram ultra-tebal dari Continental hingga rem drum yang digunakan oleh Volkswagen pada platform MEB, seperti ID.4 atau Audi Q4 E-Tron.
Volkswagen menyatakan bahwa pada kendaraan listriknya yang memiliki tenaga hingga 300 hp, rem drum cukup untuk roda belakang karena mayoritas pengereman dilakukan oleh roda depan. Penggunaan teknologi ini juga lebih ekonomis dibandingkan rem cakram.
Namun, Mercedes membawa inovasi lebih lanjut dengan sistem in-drive brakes. Berbeda dengan konsep rem cakram atau drum konvensional yang dipasang di unit penggerak, sistem ini sepenuhnya didesain ulang. Dalam demonstrasi di Stuttgart pekan lalu, Mercedes menunjukkan bahwa cakram remnya berpendingin air dan tidak berputar. Sebaliknya, bantalan rem berbentuk lingkaran berputar bersama motor, sementara kecepatan kendaraan dikurangi dengan menekan bantalan tersebut ke cakram yang diam.
Tantangan Rem Inovatif Mercedes
Mercedes menyebut bahwa dengan menghilangkan kaliper dari roda, para desainer memiliki kebebasan lebih besar untuk menciptakan desain roda yang unik. Namun, meyakinkan penggemar otomotif bahwa ini merupakan kelebihan mungkin tidak mudah.
Sistem inovatif ini merupakan langkah besar dalam teknologi mobil listrik, menjawab keluhan pengguna, serta memenuhi kebutuhan masa depan yang lebih ramah lingkungan.

