Nissan memutuskan untuk mengurangi 9.000 karyawan, memangkas kapasitas produksi globalnya sebesar 20 persen, hingga menjual sepertiga saham di Mitsubishi akibat penurunan permintaan yang signifikan. Langkah ini diharapkan dapat menghemat biaya sebesar $3 miliar saat Nissan meninjau kembali rencana yang telah disusun sebelumnya tahun ini.
Dilansir Motor1, meskipun dalam keadaan yang kurang ideal, Nissan tetap akan meluncurkan 30 model baru atau penyegaran produk.
Nissan belum memberikan detail waktu mengenai pemutusan hubungan kerja atau pengurangan kapasitas produksi. Namun, laba operasi perusahaan anjlok 85 persen pada kuartal ketiga, dengan kerugian bersih sebesar ¥9,3 miliar (sekitar USD 60,1 juta). Penjualan global Nissan turun 2,8 persen dari Juli hingga September.
Strategi yang Sudah Dilakukan Nissan
Dalam beberapa bulan terakhir, Nissan mengambil langkah drastis untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan. Perusahaan mengurangi produksi model terlarisnya, Rogue, serta Frontier pada bulan September untuk mengatasi persediaan yang berlebihan. Selain itu, Nissan meminta dealer menjual mobil dengan menurunkan harga.
CEO Nissan, Makoto Uchida, juga menerima pemotongan gaji sebesar 50 persen sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi perusahaan saat ini. Penjualan sebagian saham di Mitsubishi Motors diperkirakan akan menyuntikkan dana sekitar ¥68,6 miliar ($448 juta) ke dalam kas perusahaan. Meski begitu, Nissan tetap berencana bekerja sama dengan kedua mitra Aliansi-nya, Mitsubishi dan Renault.
Industri otomotif global menghadapi tekanan dari persaingan yang meningkat, permintaan yang stagnan, serta biaya yang semakin tinggi.

