Suzuki akhirnya memperkenalkan mobil listrik pertamanya. eVitara, yang diproduksi di India, akan diekspor ke pasar lain bersama mobil kembaran bermerk Toyota bZ yang belum dirilis.
Dilansir Carscoops, eVitara tidak memiliki banyak kesamaan dengan SUV berbahan bakar konvensional. Versi produksi dari konsep eVX ini menggunakan platform EV Heartect-e milik Suzuki dan mempertahankan desain lengkungan roda kotak, grille ramping, dan garis jendela yang menukik, mirip dengan versi konsepnya.
Dengan panjang 4.275 mm, eVitara 100 mm lebih panjang dibandingkan Vitara versi konvensional, dan jarak sumbu rodanya yang 2.700 mm lebih besar 200 mm. Varian dasar dibekali baterai 49 kWh dan motor listrik 142 hp yang menggerakkan roda depan. Namun, jika memilih baterai yang lebih besar 61 kWh, daya meningkat menjadi 172 hp, meskipun torsi tetap pada 140 lb-ft.
Versi baterai yang lebih besar ini juga membuka opsi penggerak semua roda dengan menambah motor 64 hp pada poros belakang. Total daya sistem mencapai 181 hp dengan torsi puncak 221 lb-ft, cukup untuk mengimbangi bobot kosong 1.899 kg yang lebih berat 197 kg dari model 2WD dasar.
Sistem Allgrip-e Suzuki dilengkapi mode Trail yang menggunakan rem untuk meniru fungsi diferensial slip terbatas tradisional. Akan menarik untuk melihat apakah eVitara mampu bersaing dalam performa off-road dengan Jimny milik Suzuki, meski peluangnya mungkin kecil.
Suzuki eVitara dan Toyota bZ
Produksi eVitara dimulai di pabrik Suzuki Motor Gujarat di India pada musim semi 2025, dengan penjualan ke Eropa, India, dan Jepang. Pabrik yang sama juga akan memproduksi versi Toyota dari SUV ini, yang belum diungkapkan, namun sempat diperlihatkan dalam konsep Urban SUV tahun lalu.

