Aplikasi untuk edit foto semakin canggih dan mudah digunakan, bahkan ada yang menggunakan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Namun, layaknya seperti teknologi lainnya, kecanggihan aplikasi foto juga bisa disalahgunakan.
Dilansir Carscoops, aplikasi edit foto rupanya sudah dimanfaatkan oleh penipu. Berdasarkan laporan The Guardian, pihak asuransi LV= menerima klaim kecelakaan berdasarkan foto sebuah mobil yang rusak pada bagian bumper. Foto tersebut dilengkapi dengan tagihan palsu, dengan nilai perbaikan sekitar Rp 20 juta.
Ketika menyelidiki permasalahan tersebut, tim investigasi LV= menemukan foto tersebut merupakan hasil rekayasa, karena foto asli dapat ditemukan di media sosial. Jika tidak melakukan investigas sebelumnya, tentu LV= bisa-bisa harus membayar klaim asuransi tersebut.
Manipulasi Foto Mobil
Sementara itu, Allianz dan Speedclear menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi untuk mengubah foto, video, dan dokumen meningkat 300 persen dari 2022 ke 2023. Bahkan manipulasi gambar menjadi salah satu cara penipuan di industri asuransi.
Penipuan memang tidak bisa dihindari, namun sayangnya hal tersebut bisa meningkatkan biaya asuransi. Misalkan saja di Amerika Serikat biaya asuransi meningkat hingga 22,2 persen, salah satu yang terbesar.
Tentu kenaikan biaya bukan semata-mata dari maraknya penipuan, faktor lainnya yang turut berpengaruh adalah semakin rumitnya mobil, masalah suplai, dan minimnya mekanik.

