Monster Jalanan ‘Caribbean Dragon’ Lahir: Apollo Automobil Luncurkan Versi Produksi Apollo EVO di Goodwood 2026

Ajang legendaris Goodwood Festival of Speed 2026 menjelma layaknya Monterey Car Week berkat banjir peluncuran mobil-mobil ultra-exotic. Salah satu pertunjukan paling mencuri perhatian datang dari Apollo Automobil—pabrikan jet darat yang dulunya dikenal dengan nama Gumpert Sportwagenmanufaktur—yang resmi menetaskan versi produksi pertama dari hiperkar radikal mereka, Apollo EVO, yang dijuluki “Caribbean Dragon”.

Kehadiran unit pertama dari total 10 unit terbatas di dunia ini sekaligus menjadi perayaan dua dekade sejak pengiriman perdana pendahulu legendarisnya, Gumpert Apollo, pada tahun 2006 silam. Penerus spiritual dari Apollo Intensa Emozione (IE) ini dijadwalkan akan keluar dari Supercar Paddock untuk menaklukkan lintasan hill climb Goodwood yang tersohor.

Mahakarya Karbon Spesifikasi ‘Caribbean Dragon’

Eksterior Apollo EVO “Caribbean Dragon” merupakan sebuah pencapaian seni otomotif tingkat tinggi. Tubuhnya dibalut oleh lebih dari 75 elemen serat karbon individual, di mana proses pengecatannya saja memakan waktu lebih dari 1.000 jam kerja.

CEO Apollo Automobil, Niko Konta, menjelaskan bahwa nama “Caribbean Dragon” terinspirasi dari kontras yang kuat antara permukaan putih berkilau dan aksen biru tua yang pekat. Perpaduan warna Pearl White dengan sentuhan akhir Diamond Dust menciptakan efek kristal yang berkilau di bawah sinar matahari, sementara elemen serat karbon biru (Ocean Blue) merepresentasikan kedalaman dan kejernihan air laut Karibia.

Nuansa teatrikal ini berlanjut hingga ke area kabin. Interiornya dipenuhi oleh komponen aluminium hasil cetak 3D, roda kemudi kustom berbahan aluminium solid dengan aksen karbon biru, serta lapisan kulit Ocean Blue. Sepasang kursi bucket ultra-ringan dibalut kombinasi kulit warna putih cerah dan biru, lengkap dengan emblem bordir logo Apollo pada sandaran kepala.

Teknologi Knalpot ‘Dragon Skin’ dan Performa V12 Monster

Selain lampu LED depan berbentuk ‘X’ dan lampu belakang vertikal menyerupai huruf ‘W’ yang sangat agresif, Apollo EVO juga memperkenalkan sistem pembuangan (knalpot) ikonis terbaru bernama “Dragon Skin”. Knalpot ini dibuat menggunakan teknik cetak 3D berbahan titanium alami tanpa sambungan las. Teknologi ini memberikan rasio kekuatan-ke-berat yang luar biasa, ketahanan suhu tinggi, serta efisiensi aerodinamika yang optimal.

Hiperkar ini dibangun di atas sasis monocoque serat karbon penuh dengan subframe depan dan belakang berbahan karbon yang tangguh. Sasis canggih berbobot hanya 165 kg ini terbukti 15% lebih kaku dan 10% lebih ringan dibandingkan sasis yang digunakan pada Apollo IE terdahulu.

Untuk urusan performa, berikut adalah spesifikasi teknis buas dari Apollo EVO:

  • Jantung Mekanis: Mesin monster V12 naturally aspirated (tanpa turbo) berkapasitas 6,3 liter yang mampu berputar sangat tinggi.

  • Output Performa: Semburan tenaga maksimal mencapai 800 hp dan torsi puncak 765 Nm.

  • Sistem Transmisi: Dikawinkan dengan transmisi sekuensial 6-percepatan yang kaku.

  • Bobot Total: Hanya 1.300 kg.

  • Akselerasi (0-100 km/jam): Mampu melesat kilat hanya dalam waktu 2,7 detik.

  • Kecepatan Tertinggi (Top Speed): Mampu menembus angka 335 km/jam (208 mph).

Sejarah mencatat bahwa pabrikan ini didirikan di Jerman pada tahun 2004 oleh Roland Gumpert, mantan Direktur Audi Sport yang membawa era emas bagi kesuksesan motorsport jenama berlogo empat cincin tersebut. Sempat mengalami kebangkrutan pada tahun 2013, merek ini bangkit kembali pada tahun 2016 di bawah kepemilikan baru dan bertransformasi menjadi Apollo Automobil. Dengan lahirnya Apollo EVO, pabrikan ini kembali membuktikan eksistensinya di kasta tertinggi industri hypercar global.

Keterangan Redaksi: Artikel ini disadur dan diadaptasi secara bebas dari laporan eksklusif Aurel Niculescu yang dipublikasikan oleh media otomotif global, autoevolution.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *