Pabrikan mobil Honda sedang menghadapi isu mobil-mobil yang bisa tiba-tiba mengerem sendiri. Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) memperkirakan nyaris tiga juta kendaraan bisa mengalami hal serupa.
Dilansir Carscoops, Departemen Investigasi Kecacatan (ODI) pertama kali melirik masalah ini pada Februari 2022 lalu, Accord 2018-2019 dan CR-V 2017—2019 menjadi sorotan. Hal ini berawal dari laporan pemilik mobil yang fitur automatic emergency braking tiba-tiba aktif tanpa sebab. Pengereman mendadak tersebut rupanya menjadi penyebab kecelakaan, bahkan menyebabkan cedera.
Nyaris Tiga Juta Unit Honda Terdampak
NHTSA kini memperluas ruang cakup dengan melirik Honda CR-V dan Accord keluaran 2020-2022, sehingga estimasi mobil terdampak dari 1,7 unit menjadi 2,9 juta unit. Penyelidikan berawal dari investigasi naik menjadi analisis teknik. Sampai tahap ini belum ada pengumuman recall, namun hal tersebut bisa berubah tergantung dari temuan NHTSA.
Dalam dokumentasi ODI, Honda sudah melakukan investigasi sendiri terkait isu pengereman mendadak otomatis. Pihak Honda menyimpulkan beberapa konsumen kurang paham cara kerja Mitigation Braking System (CMBS) atau batasan fitur tersebut.
Jika Honda sampai melakukan recall Accord dan CR-V, maka konsumen harus bersiap-siap kembali ke bengkel lagi. Pada Februari lalu, kedua model tersebut bersama dengan model lainnya terkena recall soal airbag yang melibatkan 750.000 mobil. Selain itu, pada Desember lalu, 106.000 CR-V terkena recall akibat permasalahan pada sikring.

