Pembalap reli memiliki kemampuan untuk melakukan manuver yang tidak berani dicoba oleh kebanyakan orang. Namun, akhir pekan lalu, Oliver Solberg yang berusia 23 tahun mendapati bahwa bahkan keterampilan tingkat elit pun tidak membuatnya kebal dari pengawasan ketat para pengawas. Saat berlaga di ajang Monte Carlo Rally, Solberg dijatuhi penalti lima menit karena dianggap melakukan “exhibition driving” atau aksi mengemudi atraktif di jalanan kecil namun glamor di Monako.
Dilansir Carscoops, sebagai putra dari legenda World Rally Championship (WRC), Petter Solberg, Oliver turun di kelas Rally2 dengan mengendarai Toyota GR Yaris. Pada hari terakhir Monte Carlo Rally, saat dalam perjalanan menuju Parc Fermé, ia menarik rem tangan mobilnya di tikungan ikonik Fairmont di Monaco, menghasilkan drift spektakuler di tikungan tersebut.
Aksi Pembalap WRC di Mata Panitia
Aksi epik itu sontak mengundang sorak-sorai dari para penggemar yang memadati jalanan Monako. Namun, berbeda dengan penonton yang antusias, para ofisial justru menganggap tindakan tersebut berbahaya. Mereka menilai Solberg menciptakan “situasi yang berpotensi tidak aman” karena melaju terlalu dekat dengan kerumunan, sehingga menjatuhkan penalti lima menit atas aksi yang dianggap sebagai “exhibition driving” yang dilarang dalam regulasi.
“Dewan Steward telah meninjau rekaman video. Insiden ini terjadi di jalan raya dalam perjalanan dari podium akhir di Monako, tepatnya di tikungan ‘Fairmont’,” demikian pernyataan laporan resmi. “Sang pembalap mengakui bahwa ia mengemudi dengan posisi menyamping di depan penonton. Ia juga meminta maaf atas tindakannya, sambil menambahkan bahwa menurutnya situasi tersebut tidak membahayakan.”

