Tanpa adanya investor baru, Nissan diperkirakan hanya akan bertahan hingga 14 bulan saja. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran para dealer, sehingga Nissan Americas Chairman, Jérémie Papin, mengirimkan surat resmi pada 30 November untuk menenangkan situasi.
Dilansir Carscoops, Papin menyampaikan bahwa Nissan sedang bekerja keras untuk menerapkan langkah-langkah pemulihan. Strategi ini mencakup peningkatan lini produk, peningkatan penjualan, dan penyesuaian struktur organisasi.
Masalah Nissan terlihat dari angka penjualan yang menurun drastis. Pada 2013, Nissan berhasil menjual 1.131.965 unit kendaraan di Amerika Serikat. Namun, angka tersebut merosot menjadi 834.097 unit pada 2023. Infiniti, divisi premium Nissan, juga mengalami penurunan tajam, dari 116.455 unit menjadi 64.699 unit dalam periode yang sama. Akibatnya, profitabilitas rata-rata dealer Nissan di AS mencapai titik terendah dalam hampir 15 tahun.
Nissan Tertinggal dari Kompetitor
Nissan tertinggal dalam tren kendaraan hybrid dan plug-in hybrid, yang sudah diadopsi oleh pesaing seperti Toyota, Hyundai, dan Kia. Untuk mengejar ketertinggalan, Nissan dikabarkan akan meluncurkan Rogue plug-in hybrid pada 2025, diikuti oleh varian e-Power dan model dengan powertrain hybrid serta baterai 30 kWh.
Fokus pada Rogue masuk akal, mengingat model ini menjadi kendaraan terlaris Nissan di Amerika Serikat. Pada kuartal ketiga 2023 saja, Nissan menjual 47.996 unit Rogue, jauh melampaui penjualan Sentra (34.704 unit) dan Altima (26.783 unit).

