Michael Mente, CEO Revolve, mengalami kejadian pahit setelah menjadi korban penipuan yang merugikannya hingga USD 5,4 juta (sekitar Rp85 miliar). Ia tertipu saat mencoba membeli sebuah Mercedes-AMG ONE yang ternyata tidak pernah ada.
Pelaku di balik penipuan ini diduga adalah Traveon Rogers, seorang pria asal Texas dengan riwayat kriminal. Rogers menyamar sebagai Jean-Pierre M.R. Clement, seorang pedagang mobil asal Prancis, untuk meyakinkan Mente agar melakukan transaksi.
Dilansir Carscoops, pada tahun 2021, Mente mencari unit Mercedes-AMG ONE dan terhubung dengan Rogers melalui pengacaranya. Rogers mengaku memiliki alokasi kendaraan yang bisa dijual. Terpikat oleh kesempatan tersebut, Mente setuju membayar USD 5,4 juta dan menunggu pengiriman mobil impiannya. Namun, mobil tersebut tidak pernah datang.
Tahun berikutnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menginformasikan bahwa uang Mente telah hilang dan identitas J.P.M.R. Clement ternyata fiktif. Kini, berdasarkan dokumen yang diperoleh The Denver Post, Mente berupaya menuntut Rogers untuk mengembalikan uangnya beserta ganti rugi.
Pengacara Rogers, Scott Oliver, yang berbasis di Longmont, Colorado, mengklaim tidak mengetahui skema penipuan tersebut. “Rogers adalah sosok yang lihai. Ia mampu meyakinkan orang-orang dan menipu mereka dalam jumlah besar,” ujar Oliver.
Ini bukan kali pertama Rogers terlibat dalam kasus serupa. Pada tahun 2023, ia dituntut dalam kasus lain setelah diduga menipu sebesar USD 3,19 juta dengan modus serupa, menjual AMG ONE fiktif. Selain itu, ia juga pernah menghadapi dakwaan atas pemalsuan kontrak, dokumen perbankan, serta menyamar sebagai perwakilan Aston Martin dan dealer mobil di Cleveland.

