Pada 5 Januari, SGMW, perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling, mencatat tonggak sejarah dengan memproduksi kendaraan ke-30 juta mereka, Wuling Starlight S. Hal ini menjadikan SGMW sebagai produsen mobil Tiongkok pertama yang mencapai produksi dan penjualan kumulatif sebanyak 30 juta unit.
Sejak 2013, SGMW terus mencatat peningkatan signifikan, dimulai dengan kendaraan ke-10 juta, diikuti oleh kendaraan ke-20 juta pada 2019, hingga mencapai angka 30 juta pada 2025.
Mobil Ramah Lingkungan Jadi Pemicunya
Dilansir Carnewschina, kendaraan energi baru (NEV) menjadi faktor utama yang mempercepat pencapaian ini. SGMW meluncurkan 10 model NEV pada 2024, dengan penjualan tahunan mencapai 1,54 juta kendaraan. Dari jumlah itu, lebih dari 800.000 unit merupakan NEV, mewakili lebih dari 50% total penjualan dan mencatat kenaikan tahunan sebesar 63%. Hingga akhir 2024, total penjualan NEV SGMW telah melampaui angka 2,4 juta unit.
Dalam hal ekspansi internasional, SGMW memegang peranan penting sebagai eksportir utama SAIC. Ekspor pertama mereka dilakukan ke Thailand pada 1990 dengan 15 unit mobil mini Z110. Saat ini, SGMW telah memperluas pasar ke hampir 40 negara. Mereka juga menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang mendirikan pabrik di Indonesia, di mana sembilan model telah diluncurkan, termasuk Wuling Air EV, Bingo EV, dan Cloud EV. Pada akhir 2024, Wuling mencetak sejarah sebagai produsen mobil Tiongkok pertama yang memproduksi baterai listrik di Indonesia.
Menghadapi masa depan, Zhou Yan, General Manager Merek dan Komunikasi SGMW, mengungkapkan bahwa mereka sedang mengembangkan platform baru untuk mendukung model premium, yang akan diluncurkan pada paruh pertama 2025. Selain itu, SGMW juga akan menjadi yang pertama mengadopsi teknologi mengemudi pintar dari Zhuoyue (DJI Automotive sebelumnya), dengan fokus awal pada model merek Baojun.

