Mengendarai mobil listrik di kota besar seperti Jakarta memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah mencari lokasi pengisian baterai. Jika tinggal di rumah dengan garasi, hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit. Namun, jika tinggal di apartemen, belum tentu lokasi parkirnya memiliki fasilitas pengisian daya.
Solusinya adalah menggunakan fasilitas SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) yang belum tersebar merata dan terkadang ada antrean saat mengisi.
Dilansir InsideEVs, melihat kondisi seperti ini di berbagai negara, Beam Global memperkenalkan BeamSpot, charger EV bertenaga surya dan angin yang dirancang untuk menggantikan lampu jalan. Charger ini ditujukan untuk lokasi di mana pemasangan charger mobil listrik konvensional terlalu mahal atau sulit, seperti di jalan kota, kompleks apartemen, bandara, dan pusat perbelanjaan.
CEO Beam Global, Desmond Wheatley, menyatakan bahwa BeamSpot dirancang untuk memecahkan masalah di Amerika dan Eropa, memperluas akses pengisian daya di tempat-tempat yang paling dibutuhkan, seperti pinggir jalan dan tempat parkir.
Mengisi Baterai Mobil Listrik Melalui Panel Surya dan Turbin Angin
Meskipun charger berbasis lampu jalan sudah ada di beberapa tempat, BeamSpot bisa menghasilkan listrik sendiri melalui panel surya dan turbin angin, serta menyimpan daya dalam baterai terintegrasi. Ini memungkinkan BeamSpot memberikan lebih banyak daya dibandingkan sirkuit lampu jalan biasa.
Selain itu, BeamSpot membutuhkan lebih sedikit pekerjaan listrik dan konstruksi, karena tidak memerlukan penggalian atau peningkatan utilitas. Charger ini juga tidak memakan ruang lebih banyak dari lampu jalan biasa, sehingga tidak mengganggu tata kota.

