BMW Amerika Utara melakukan recall untuk 3.312 unit BMW X1 model tahun 2025. SUV terkecil dari pabrikan asal Jerman ini diduga menggunakan pelat penguat pilar-B yang tidak memiliki kekuatan struktural memadai, sehingga risiko cedera semakin tinggi saat terjadi kecelakaan.
Dilansir Autoevolution, Mubea Tailor-Rolled Blanks GmbH di Jerman disebut sebagai pemasok pelat tersebut, dengan nomor bagian 9479385 dan 9479386. Kendaraan yang terdampak adalah model xDrive28i dan M35i yang diproduksi antara 17 September 2024 hingga 22 Oktober 2024.
Ditemukan Retakan pada Pilar B BMW
Pada 23 September, karyawan di pabrik BMW menemukan retakan pada pelat pilar-B, mendorong perusahaan untuk menyelidiki masalah ini. Setelah memeriksa pelat serupa, BMW tidak menemukan adanya pelat lain yang berpotensi cacat, tetapi tetap melanjutkan peninjauan teknik bersama Mubea Tailor-Rolled Blanks GmbH dan pemasok tingkat dua.
Peninjauan ini menemukan bahwa material yang diduga bermasalah masuk ke proses produksi dalam satu lot. Sayangnya, BMW belum membagikan informasi tentang material tersebut dan pemasok tingkat dua. Belum diketahui apakah perbaikan dapat dilakukan oleh teknisi dealer. Jika tidak, ada kemungkinan BMW akan membeli kembali kendaraan yang dicurigai.
Sejarah Singkat BMW X1
BMW X1 awalnya mengadopsi sistem penggerak roda belakang, namun generasi kedua beralih ke platform Untere Klasse, menjadikannya crossover dengan penggerak depan.
BMW X1 untuk pasar AS diproduksi di BMW Group Werk Regensburg di Jerman, bersama model X2 dan versi elektrik i-Series. Meskipun pasar tertentu mendapat opsi mesin diesel, Amerika Utara hanya mendapatkan mesin B48 single-turbo I4, yang menggerakkan model xDrive28i dan M35i dengan penggerak semua roda (AWD) sebagai standar.

