Tesla tidak mengalami tahun keuangan terbaik pada 2024, tetapi dalam panggilan pendapatan terbaru, perusahaan ini menggambarkan prospek yang lebih cerah untuk 2025. Tesla berjanji akan meluncurkan kendaraan listrik (EV) yang lebih terjangkau pada paruh pertama tahun ini serta mencatat kemajuan besar dalam teknologi mengemudi otonomnya. Salah satu pencapaian penting yang diumumkan adalah penurunan rata-rata biaya produksi mobil Tesla menjadi di bawah $35.000 untuk pertama kalinya.
Dilansir Carscoops, dari sisi angka, kondisinya tidak begitu menggembirakan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, penjualan global Tesla mengalami penurunan pada 2024, yang tercermin dalam kinerja keuangannya. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar $25,707 miliar pada kuartal keempat, jauh di bawah ekspektasi Wall Street yang sebesar $27,2 miliar. Selain itu, laba bersih Q4 anjlok 71% menjadi $2,3 miliar.
Sepanjang 2024, laba bersih Tesla turun menjadi $8,4 miliar, atau merosot 23% dibandingkan 2023, bahkan lebih tajam dibandingkan rekor $14,1 miliar yang diraih pada 2022, yang berarti penurunan sebesar 40%. Meski demikian, total pendapatan Tesla pada 2024 masih mencatat sedikit peningkatan, mencapai $97,7 miliar—hanya naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tesla Siapkan Mobil Lebih Terjangkau pada 2025
Kabar terbesar datang dari rencana Tesla untuk 2025. Pada paruh pertama tahun ini, Tesla akan meluncurkan model EV yang lebih terjangkau. Detail spesifik tentang model ini belum diungkapkan, meskipun perusahaan telah membahasnya sejak lama.
Spekulasi sebelumnya menyebut model ini akan menjadi versi lebih sederhana dari Model 3 dan Model Y. Namun, dari pernyataan resmi Tesla, sepertinya bukan itu yang dimaksud. Perusahaan mengonfirmasi bahwa mobil ini akan menggabungkan elemen dari platform generasi terbaru serta elemen dari platform saat ini, dan akan diproduksi di jalur perakitan yang sama dengan model Tesla yang sudah ada.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa model baru tersebut adalah Model Q yang telah lama dirumorkan. Meski belum ada konfirmasi resmi, mobil ini diperkirakan akan dibanderol mulai dari $30.000, menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan Model 3 dan Model Y.
Menariknya, Tesla juga mengakui bahwa penggunaan kombinasi platform baru dan lama di jalur produksi yang ada akan menghasilkan efisiensi biaya yang lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Namun, strategi ini memungkinkan perusahaan meningkatkan volume produksi dengan investasi modal yang lebih hemat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

