BMW X1 menjadi sasaran gugatan class action karena transmisi mobil tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa saat digunakan.
Dilansir Carscoops, pasangan suami istri dari Virginia pemilik BMW X1 terbaru yang menjadi penggugat, mengklaim bahwa transmisi dual-clutch 7-percepatan mobil ini kadang-kadang membutuhkan waktu hingga tujuh detik untuk merespons perintah pengemudi.
Akibatnya, X1 terasa tersentak-sentak saat melaju dengan kecepatan rendah atau ketika hendak keluar dari persimpangan, yang sangat mengganggu, menurut gugatan tersebut. Penggugat berpendapat bahwa SUV ini menjadi berbahaya karena dapat tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pengemudi.
Pembaruan pada BMW X1 2023
BMW memperbarui X1 pada tahun 2023, perubahan terbesar terletak pada penggantian transmisi otomatis konvensional 8-percepatan dengan transmisi DCT 7-percepatan. Jika pada model sebelumnya transmisi otomatis menggunakan torque converter untuk menghubungkan mesin dan transmisi dengan mulus, DCT menggunakan kopling basah yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi.
Gugatan tersebut menunjukkan bahwa masalah rollaway bisa disebabkan oleh aktuasi kopling yang salah, cacat pada komponen kopling, dan masalah dalam perangkat lunak yang menghubungkan mesin, transmisi, dan rem. Gugatan ini meminta BMW untuk mengganti biaya yang dikeluarkan oleh pemilik atas SUV mereka yang dianggap “cacat”.
Meskipun penggugat mungkin satu-satunya pemilik X1 yang merasa terganggu hingga membawa masalah ini ke pengadilan, mereka bukanlah satu-satunya yang kecewa dengan kinerja DCT. Beberapa pengguna mengeluhkan lambatnya respons transmisi.

