Nissan berencana meluncurkan kendaraan listrik yang dilengkapi baterai pada tahun fiskal 2028. Hal tersebut sejalan dengan visi jangka panjang Nissan Ambition 2030.
Untuk membuktikan ambisinya tersebut, Nissan memperlihatkan jalur produksi uji coba baterai solid-state yang sedang dalam konstruksi di Pabrik Yokohama, Prefektur Kanagawa. Uji coba mempromosikan pengembangan dan teknologi manufaktur inovatif untuk baterai.
Baterai all-solid-state diklaim bisa menjadi game changer bagi kendaraan listrik, baterai ini memiliki kepadatan energi sekitar dua kali lipat baterai litium-ion konvensional, waktu pengisian daya diklaim lebih cepat dan serta harga lebih terjangkau.
Nissan akan menggunakan baterai solid-state di berbagai segmen kendaraan, bahkan truk pikap pun bisa menggunakan baterai teknologi terbaru ini.
Nissan sedang melakukan penelitian dan pengembangan yang luas, mulai dari penelitian bahan baterai tingkat molekuler hingga pengembangan kendaraan listrik dan bahkan pengembangan kota dengan menggunakan kendaraan listrik sebagai penyimpanan baterai.
Nissan Berambisi Luncurkan 30 Mobil Baru hingga 2027
Nissan sedang bersiap-siap meluncurkan 30 model baru dalam tiga tahun mendatang berdasarkan rencana bisnis The Arc. 16 model mengadopsi teknologi hybrid dan mobil listrik, sedangkan sisanya menggunakan mesin konvensional
Dilansir Motor1, rencana bisnis The Arc terdiri dari beragam strategi regional, misalkan saja untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada akan mendapatkan tujuh model baru. Di pasar Amerika Sendiri tujuan utamanya adalah menyegarkan 78 persen jajaran mobil penumpung dan memperkenalkan plug-in hybrid serta e-Power. E-Power sendiri merupakan teknologi hybrid yang menggunakan mesin konvensional yang berfungsi sebagai generator untuk menyuplai baterai lalu disalurkan ke motor elektrik. Mesin konvensional tersebut tidak terhubung langsung kepada bagian roda.
Sampai saat ini Nissan masih menutup rapat keran informasi soal 30 model yang akan diluncurkan, namun bisa diperkirakan model akan didominasi oleh crossover dan SUV.
Lima SUV baru akan diperkenalkan di kawasan Timur Tengah, serta dua lagi untuk pasar Afrika. Pasar Eropa akan mendapatkan enam model.
Nissan sendiri berencana untuk menyegarkan 80 persen produknya di Jepang serta meluncurkan lima model baru untuk menambah komposisi hybrid dan mobil listrik hingga 70 persen. Cina akan mendapatkan delapan hybrid dan mobil listrik, namun separuhnya saja yang menggunakan emblem Nissan.
Secara global, kendaraan elektrifikasi diperkirakan mencapai 40 persen model lansiran 2026 hingga 2027, lalu meningkat menjadi 60 persen pada akhir dekade.

