Xiaomi kembali mencatat sejarah di Nurburgring. Setelah sebelumnya menempati posisi teratas sebagai mobil listrik produksi tercepat, mereka kini memperbarui rekornya dengan versi prototipe SU7 Ultra. Dipiloti pembalap David Pittard, SU7 Ultra berhasil memangkas hampir 24 detik dari waktu sebelumnya, mencatatkan 6:22.091 dan menggeser Lotus Evija X. Kini SU7 Ultra menempati posisi ketiga tercepat dalam sejarah Nurburgring.
Untuk konteks, versi produksi SU7 sebelumnya mencatatkan waktu 7:04.957 — lebih lambat, tapi cukup untuk mengalahkan Porsche Taycan dan Rimac Nevera di kategori EV produksi. Performa luar biasa sedan empat pintu asal Tiongkok ini membuktikan bahwa Xiaomi bukan sekadar pemain baru, tapi juga pesaing serius di ranah mobil performa tinggi.
Merayakan keberhasilan ini, Xiaomi merilis dua edisi khusus SU7. Pertama adalah Track Package seharga 100.000 yuan (sekitar Rp224 juta), dilengkapi baterai berdaya tinggi, sistem pendingin dan pengereman yang ditingkatkan, serta suspensi yang disetel khusus untuk Nurburgring. Mobil ini mampu melesat hingga 350 km/jam.
Yang lebih eksklusif, Nürburgring Edition, hanya diproduksi 100 unit, dengan 10 unit pertama dijual tahun 2025 seharga 814.900 yuan (sekitar Rp1,1 miliar). Edisi ini dilengkapi panel bawah khusus, roll cage menggantikan jok belakang, dan ubahan aerodinamika.
Di balik desain ala Porsche, tersembunyi tiga motor listrik dengan total tenaga 1.527 hp dan torsi 1.770 Nm — angka yang membuat pabrikan hypercar sekalipun harus memperhatikan kiprah Xiaomi dengan lebih serius.

