Ban mobil merupakan komponen terpenting pada kendaraan roda empat, karena langsung bersentuhan dengan aspal. Ban yang tidak terawat bisa membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Salah satu cara merawat ban adalah rutin mengecek tekanan udara. Menurut Yagimin selaku Chief Marketing Auto2000, tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara ban yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban.
Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan.
Pemeriksaan tekanan udara ban mobil di pagi hari ketika mobil belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin supaya hasilnya akurat. Usahakan minimal 1 minggu sekali, karena tekanan bisa turun karena berbagai hal.
Rutin mengecek tekanan udara ban membantu untuk mendeteksi ban yang selalu kempis, sehingga menjadi indikator kebocoran. Ban selalu kempis bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Berikut tiga risiko berkendara menggunakan ban kempis
1.Area Kontak Ban Mobil Berlebih dan Tidak Merata
Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan karena daya cengkeramnya terlalu kuat ke aspal jalan.
2.Dinding Ban Mobil Bergerak Berlebihan
Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Alhasil, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan dalam kondisi terburuk ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis, bibir pelek dapat menyentuh dinding ban dan berpotensi membuat robek.
Tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Selain itu, biasanya mobil akan menarik ke sisi ban yang kempis atau mobil bergoyang akibat gerakan dinding ban yang berlebihan.
3.Kenyamanan Turun dan Mobil Sulit Dikendalikan
Kenyamanan berkendara ikut menurun akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Di titik ini, mestinya pengemudi sudah sadar bahwa ban mobilnya kempis. Gerakan berlebih pada ban juga dapat terjadi ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, termasuk ketika belok ke kiri atau ke kanan.
Akibatnya, mobil kian sulit dikendalikan karena gerakan dinding ban semakin liar, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh sehingga mengurangi keselamatan berkendara. Dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, dapat membuat ban terlepas dari pelek.

