Mesin Boxer Subaru Bermasalah, Gugatan Hukum Massal Jadi Kenyataan

Mesin Boxer Subaru Bermasalah, Gugatan Hukum Massal Jadi KenyataanMesin Boxer Subaru Bermasalah, Gugatan Hukum Massal Jadi Kenyataan (Hotcars)

Laporan soal permasalahan mesin Boxer empat silinder Subaru yang digunakan di Toyota GR86, Subaru BRZ, dan Scion FR-S telah lama beredar. Menurut laporan dari CarComplaints.com, Toyota dan Subaru kini menghadapi gugatan besar terkait mesin ini.

Dilansir Hotcars, gugatan hukum tersebut mencakup semua kendaraan Toyota dan Subaru yang dilengkapi mesin Boxer 2.0 liter dan 2.4 liter, yaitu Scion FR-S (2013-2016), Subaru BRZ (2013-2023), dan Toyota 86/GR86 (2017-2023).

Subaru berperan besar dalam pengembangan mesin Boxer, sedangkan Toyota menyumbangkan teknologi injeksi langsung D-4S untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Kasus Gugatan Mesin Subaru

Gugatan ini dipimpin oleh Laura Young dari Arkansas, yang mengajukan klaim senilai lebih dari $5 juta. Laura membeli Toyota 86 bekas tahun 2019 pada Oktober 2021. Namun, dua tahun kemudian, mobilnya mengalami kerusakan mesin total pada jarak 64.000 mil. Sayangnya, ini terjadi setelah masa garansi lima tahun/60.000 mil Toyota berakhir. Laura harus menanggung sendiri biaya perbaikan dan menyebut Toyota gagal mengganti mesin cacat tersebut dengan yang bebas masalah.

Namun, detail mengenai apakah Laura mematuhi interval penggantian oli mesin atau melakukan perawatan berkala belum jelas. Tetapi yang pasti, ini bukan pertama kalinya mesin Boxer Subaru dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Tuduhan Utama dalam Gugatan

  1. Penggunaan RTV Silicone: Gugatan menyebut Toyota dan Subaru menggunakan silikon RTV sebagai pengganti gasket normal pada mesin. Silikon ini dapat mengeras dan pecah di suhu tinggi, berisiko masuk ke dalam crankcase mesin.
  2. Masalah Tekanan Oli: Mesin Boxer dilaporkan memiliki tekanan oli rendah dan kehilangan lapisan oli, menyebabkan kerusakan serius hingga mesin hancur karena kurangnya pelumasan.
  3. Risiko Keselamatan: Mesin yang gagal saat berkendara dapat memicu potensi bahaya serius, termasuk risiko kebakaran mesin.
  4. Penutupan Informasi: Toyota dan Subaru dituduh mengetahui cacat ini tetapi sengaja menyembunyikannya dari pembeli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *