Selama beberapa dekade, BMW selalu berada di garis depan inovasi teknologi otomotif, termasuk dalam pengembangan mesin-mesin bertenaga tinggi. Salah satu teknologi modern mereka, TwinPower Turbo, sering disalahartikan sebagai mesin dengan dua turbocharger. Faktanya, teknologi ini lebih fokus pada desain twin-scroll, yang merupakan elemen kunci dalam efisiensi dan performa mesin.
Apa Itu TwinPower Turbo?
Dilansir Carbuzz, BMW menggunakan nama TwinPower Turbo untuk mesin dengan satu atau dua turbocharger yang dilengkapi teknologi twin-scroll. Awalnya, nama ini juga digunakan untuk mesin twin-turbo seperti N54 I6, meski tidak memakai turbo twin-scroll. Definisi ini kemudian berubah, dan kini TwinPower merujuk pada teknologi turbo twin-scroll, dikombinasikan dengan direct injection dan sistem Valvetronic.
Turbo twin-scroll memiliki dua saluran internal untuk aliran gas buang. Desain ini mengurangi gangguan aliran gas buang dan mencegah fenomena reversion (kembalinya gas buang panas ke dalam mesin akibat tekanan balik yang tinggi). Hasilnya, mesin mampu menghasilkan tenaga lebih besar dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengorbankan keandalan.
Perbedaan Twin Turbo dan TwinPower
Twin-turbo berarti mesin menggunakan dua turbocharger, baik dalam desain paralel maupun sekuensial. Dalam desain paralel, setiap turbo menangani setengah jumlah silinder untuk memastikan aliran udara yang lebih mulus dan respons turbo lebih cepat.
Sebaliknya, TwinPower Turbo lebih hemat biaya karena hanya menggunakan satu turbo twin-scroll, yang tetap mampu memberikan efisiensi dan performa sebanding dengan beberapa keunggulan desain twin-turbo.

