BAIC Indonesia secara resmi melalukan soft launching di Indonesia dengan meluncurkan dua model andalannya di segmen SUV medium, yaitu BAIC BJ-40 PLUS dan BAIC X55-II.
Bambang Soesatyo selaku Shareholder di PT. JIO Distribusi Indonesia turut memberikan kata sambutannya saat seremoni.
“10 hingga 15 tahun yang lalu kita alergi dengan mobil, motor, dan produk China. Kenapa? Karena jelek, tidak bagus. Tapi belakangan di Indonesia, produk China banyak diburu oleh warga kita. Karena murah, kualitas bagus, terutama bagi anak muda yang kantongnya belum tebal-tebal amat,” ungkap pria yang akrab disapa Bamsoet.
Menurut Bamsoet, produk China yang kualitasnya tidak kalah dengan buatan Eropa atau Amerika memilik harga terjangkau, sehingga menjanjikan pasar yang luar biasa bagi industri mobil yang tengah bersaing ketat hari ini
“ Kalau 10 hingga 15 tahun lalu pasar Indonesia dibanjiri oleh produk-produk Jepang. Kini sudah mulai bergeser dengan produk China dan Korea. Berdasarkan catatan Gaikindo, sudah 15 lebih merek mobil China yang terdaftar di Indonesia, dan akan ada 3 hingga 4 lagi yang akan masuk ke Indonesia,” lanjut Bamsoet.
Mobil BAIC Menargetkan Generasi Muda Indonesia
Bamsoet mengungkapkan, dari 278 juta rakyat Indonesia, 28 persen sampai 30 persen adalah generasi muda, gen Z dan milenial, dengan kisaran 75 juta orang.
Jika 10 persen memiliki kemampuan ekonomi untuk mobil kelas menengah seperti BAIC BJ-40 PLUS dan BAIC X55-II, maka ceruk pasarnya sebsar 750 ribu orang.
“BAIC BJ-40 PLUS dan BAIC X55-II ini adalah target market yang akan kita tujukan ke generasi Z dan milenial, belum lagi tahun depan mudah-mudahan BJ80 masuk yang seperti Mercy. Nah itulah target market generasi muda, milenial yang kantongnya masih tipis-tipis,” pungkas Bamsoet.
Soal harga, BAIC BJ-40 PLUS akan memiliki harga di kisaran Rp 800 jutaan, sedangkan BAIC X55-II dibanderol Rp 400 jutaan. Keduanya baru akan grand launching pada 18 Juli 2024 mendatang pada ajang Gaikindo International Auto Show (GIIAS).

