Mobil listrik yang tiba-tiba terbakar adalah mimpi buruk untuk setiap pabrikan otomotif. Setelah insiden kebakaran Kia EV6 dan Mercedes-Benz EQE di Negeri Ginseng, Hyundai Motor Group mulai melakukan serangkaian tindakan pencegahan.
Dilansir InsideEvs, pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan sejumlah perubahan kebijakan, praktik baru, dan pembaruan perangkat lunak pada awal bulan. Laporan berita lokal menunjukkan bahwa daftar penjualan mobil listrik bekas secara online meningkat hampir 200% karena para pemiliknya cepat-cepat ingin menjual mobil mereka di tengah kekhawatiran akan kebakaran.
Ini adalah situasi yang ingin dihindari oleh Hyundai Motor Group. Untuk itu, pekan lalu mereka meluncurkan program inspeksi gratis bagi pemilik mobil listrik Hyundai, Kia, dan Genesis di Korea Selatan.
“Inspeksi ini mencakup semua kendaraan listrik penumpang dan komersial kecil dari Hyundai Motor Company, Kia Motors, dan Genesis, dengan total sembilan item yang berkaitan dengan keselamatan kendaraan listrik yang diperiksa, termasuk resistansi isolasi, deviasi tegangan, sistem pendingin, kerusakan kabel penghubung dan konektor, dampak/kerusakan pada bagian bawah kendaraan, serta munculnya kode kesalahan,” kata Hyundai dalam siaran persnya.
Ungkap Nama Penyuplai Baterai Mobil Listrik
Hyundai dan Mercedes-Benz kini mengungkapkan nama pemasok baterainya kepada pemilik kendaraan, menurut laporan Bloomberg. Ini menjadi isu penting karena banyak pemilik ingin tahu apakah baterai mereka terkait dengan insiden kebakaran tertentu. Di industri ini, sering kali sulit mengetahui baterai apa yang digunakan dalam kendaraan listrik dan dari mana asalnya.
Baterai yang digunakan pada insiden kebakaran Mercedes di Korea diyakini berasal dari Farasis Energy di Tiongkok.Menurut situs web Hyundai dan Kia, baterai mereka dipasok oleh raksasa Korea LG dan SK On, serta CATL.
Hyundai Motor mengumumkan pembaruan pada Sistem Manajemen Baterai (BMS) yang bertujuan untuk membantu memantau ketidakteraturan dan memberikan peringatan kepada pemilik jika terjadi masalah. Hyundai juga menyatakan bahwa mereka tidak percaya pengisian berlebihan menjadi penyebab kebakaran baterai, dengan mengatakan bahwa BMS sudah memantau situasi tersebut dan mengklaim kemungkinan masalah yang disebabkan oleh pengisian berlebih mendekati nol persen.

