PT Chery Sales Indonesia (CSI) memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kebakaran yang terjadi di Bekasi pada 23 Maret 2025. Sebelumnya, beredar kabar yang mengaitkan kejadian ini dengan kendaraan listrik (EV), memicu berbagai spekulasi di media sosial dan pemberitaan. CSI menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan perlu diluruskan.
Dalam pernyataan resminya, CSI memastikan bahwa unit yang terdampak dalam kebakaran tersebut bukan kendaraan listrik, melainkan Knock-Down (KD) Kit untuk mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Untuk menguatkan pernyataan ini, CSI turut menyertakan bukti berupa foto KD Kit yang memperlihatkan lubang pengisian bahan bakar, yang hanya terdapat pada kendaraan dengan mesin konvensional.
Selain itu, CSI juga menegaskan bahwa insiden ini tidak terjadi di area pabrik atau gudang resmi Chery, melainkan di fasilitas milik pihak ketiga yang bertanggung jawab dalam proses perakitan tertentu. “Kami ingin mengklarifikasi bahwa lokasi kejadian bukan berada di fasilitas kami, dan tidak ada kendaraan listrik Chery di lokasi tersebut,” ujar perwakilan CSI dalam keterangan tertulisnya.
CSI menyatakan bahwa saat ini mereka tengah melakukan investigasi internal guna memahami lebih lanjut penyebab dan dampak insiden tersebut. Perusahaan juga bekerja sama dengan pihak kepolisian serta instansi terkait untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan menyeluruh.
Sebelumnya, insiden kebakaran ini sempat ramai diperbincangkan setelah sejumlah laporan di media sosial menyebutkan bahwa kendaraan listrik terlibat dalam kejadian tersebut. Berita ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait keamanan kendaraan listrik di Indonesia. Namun, dengan adanya klarifikasi ini, CSI berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait keterlibatan EV dalam peristiwa tersebut.

